HETANEWS

Plt BKD Pemprov Sumut Pastikan ASN yang Absen Upacara Hari Lahir Pancasila Menerima Kabar Buruk

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi seusai menghadiri upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila, di Lapangan Benteng, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, sabtu (1/6/2018). (Satia)

Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) jangan coba-coba tidak hadir pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, pada 1 Juni 2019.

Sebab, bila tidak hadir, Edy akan menindak tegas para ASN yang berani enggan datang.

"Tindak tegas karena udah berkali kali saya bilangin, untuk kehadiran itu harus dipatuhi," jelasnya, saat berada di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Kota Medan, Jumat (31/5/2019) malam.

Bukan tidak mungkin, kata dia pemberian sanksi tegas itu menyangkut dengan karir atau jabatan yang diemban oleh ASN tersebut.

Pria yang mengenakan kemeja dengan sarung putih itu mengimbau seluruh ASN wajib ikut upacara peringatan tersebut.

Walaupun, peringatan upacara itu dilaksanakan pada hari kejepit. "Harus datang, saya aja hadir kok dalam upacara itu," jelasnya.

Ia juga mengatakan, sudah berulangkali menyampaikan kepada seluruh pegawai negeri sipil untuk patuh terhadap tingkat kehadiran.

"Sudah berulang kali aku katakan untuk kehadiran dapat ditingkatkan," jelasnya.

Menurutnya, akan ada pemberian sanksi yang sudah diatur di dalam peraturan daerah tentang kedisiplinan pegawai.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara, Abdullah Khair Harahap mengatakan, pada hari ini aparatur sipil negara dilarang bolos bekerja.

Apabila ketahuan bolos atau tidak masuk bekerja akan dikenakan sanksi pemotongan Tunjangan Kinerja (Tukin).
Abdullah Khair Harahap mengatakan, untuk di Kantor Gubernur, sebanyak 516 pegawai masuk bekerja seperti biasa pada hari ini.

"Masuk semua kok pada hari ini untuk di kantor gubernur," kata dia, saat Tribun Medan menyambangi ruang kerjanya, di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

Sementara itu, untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, Abdullah Khair memastikan tidak ada yang bolos, karena sudah berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Kalau dinas lain masuk semua kok, karena sudah koordinasi dengan masing-masing kepala dinas untuk mengecek tingkat absen," jelasnya.

Besok ASN juga diwajibkan untuk masuk, tetapi hanya mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila. Setelah upacara, ASN baru diperbolehkan pulang, tapi harus mendengarkan arahan dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

"Besok wajib masuk semuanya, karena upacara," jelasnya.

Apabila, ASN berani tidak hadir pada Hari Kelahiran Pancasila, Abdullah Khair mengatakan, akan lebih gawat lagi.

"Kalau besok gak datang mungkin lebih gawat lagi lah, karena langsung arahan dari Gubernur," ucapnya.

ASN mulai masuk pada 10 Juni mendatang, Plt BKD ini juga meminta kepada pegawai untuk patuh dan hadir pada hari pertama masuk setelah libur lebaran.

Apabila ASN berani tidak masuk, dapat dipastikan dirinya tidak akan menerima kenaikan pangkat selama setahun penuh.

"Kalau tidak datang, maka akan tidak terima kenaikan pangkat selama setahun. Pastinya tunjangan juga akan dipotong," jelasnya.

Ia menjelaskan, pada tahun tingkat kehadiran ASN lebih baik dari pada sebelumnya. Menurutnya, tahun lalu penerapan sanksi Tukin baru direncanakan, beda dengan saat ini sudah diterapkan.

"Lebih baik tahun ini, penegasan pemotongan Tukin sudah berjalan, karena tahun lalu masih uji coba," jelasnya.

sumber: medan.tribunnews.com

Editor: sella.