HETANEWS

LUHUT Panjaitan Bereaksi Menohok terkait Dirinya Dijadikan Target Pembunuhan

Jakarta, hetanews.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan tanggapan mengenai dirinya menjadi target pembunuhan seperti yang diinformasikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pada Selasa (28/5/2019).

Kamis (30/5/2019), Luhut mulanya menggertak dengan mempertanyakan bahwa membunuh orang itu tidak mudah.

"Yang saya sayangkan sebenarnya kenapa sih mesti ancam-ancam. Orang saya kenal juga kok, memang gampang bunuh orang," ujarnya pula.

"Saya sesalkan itu, ini juga saya sampaikan ke teman-teman untuk apa buat seperti itu?" tanya Luhut.

"Kalau kita beda pendapat dalam demokrasi bukan dengan cara kayak gitu. Kan kampungan cara begitu, kan pasti ketahuan, hanya soal waktu saja," ungkapnya.

Ia lantas tak merasa takut karena Tito, disebutkannya, orang yang profesional untuk menangani kasus demikan.

"Jadi tidak bisa berkelit. Saya lihat ini Pak Tito 'very very professional'," ujarnya lagi.

Luhut juga mengatakan telah mengetahui bagaimana kasus ini akan mengarah.

"Orang saya lihat datanya kok, ya enggak mungkin lah, untuk apa gitu, ya semua aliran benang merah itu kelihatan kemana larinya, di era demokrasi seperti ini, masih ada pikiran seperti itu menurut saya kampungan, kampungan sekali, itu saya enggak suka."

Diimbaukannya, memiliki perbedaan politik tak menjadi masalah, namun mengancam menurutnya bukanlah solusi.

"Jadi saya titip kepada kalian yang muda-muda, kita berbeda pendapat kita boleh keras ngomong, kenapa sih musti ngancam."

"Kalau mungkin itu maaf ya, mungkin yang kurang terdidik, saya paham, tapi kalau intelektual berfikir seperti itu, itu diluar bayangan saya. Pasti akan terungkap. apakah dampaknya, tapi pasti yang sudah ada tindakan. Enggak boleh dibiarin," pungkasnya.

Reaksi Menteri Pertahanan

Sementara itu, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu tak yakin dengan rencana pembunuhan oleh kelompok tertentu tersebut.

Ia menilai, pengakuan tersangka tersebut mungkin hanya sebatas gertakan.

“Saya rasa enggak begitu lah. Masak sesama anak bangsa begitu? Mungkin hanya ngomong saja itu,” ujar Ryamizard, Rabu.

Menurutnya, hal itu bisa saja menjadi manuver politik.

“Misalnya kan kita ngomong, nanti gua gebukin lu. Kan belum tentu gebukin. Ya kita tahulah yang namanya politik kan memang begitu,” lanjut Ryamizard.

Ryamizard lantas meminta masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu tersebut.

“Di bulan puasa ini kita harusnya mencari berkah, mencari sebanyak-banyaknya pahala. Jangan sampai berbuat, malah pahala kita menjadi hilang,” ujar Ryamizard.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam jumpa pers di Kantor Kemenkopolhukam membeberkan 4 nama tokoh yang diancam kelompok tertentu, Selasa (28/5/2019).

Tito menyebutkan, ada 4 tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan.

Dijelaskannya, nama-nama tokoh negara ini berdasarkan keterangan dari para pelaku dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Dasar kami sementara hanya BAP pro justitia, hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah kita tangkap. Jadi bukan karena berdasarkan informasi intelijen, beda," jelas Tito dikutip dari tayangan Live tvone.

"Mereka (para perusuh yang ditangkap) menyampaikan nama Pak Wiranto," kata Tito, disambut acungan jari oleh Wiranto yang duduk di sampingnya.

"Terus ada Pak Luhut Menko Maritim, ketiga itu adalah Pak Ka BIN (Budi Gunawan), keempat Bapak Gories Mere," sambung dia.

Selanjutnya, Tito menyebutkan ada juga pimpinan lembaga survei yang menjadi target dari kelompok perusuh itu.

Namun, Tito tak mau menyebutkan nama siapa yang ia maksud. Tito juga menyebut pihaknya akan memberikan pengawalan pada para tokoh yang menjadi target ancaman pembunuhan.

"Yang jelas kami selalu sejak awal begitu ada informasi (target pembunuhan), kami (Polri) memberikan pengamanan dan pengawalan terhadap yang bersangkutan," katanya.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.