HETANEWS

Sakit Hati Ditagih Uang Kontrakan, Dua Terdakwa Nekat Merusak 760 Pohon Jeruk

Kedua terdakwa meninggalkan ruang sidang di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua terdakwa Zulkarnain Lubis (36) dan Legianto alias Lilik, nekat meracuni 760 batang tanaman jeruk milik saksi korban, Darno Ginting, karena sakit hati.

Keduanya warga jalan Danau Maninjau, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, diadili dalam berkas terpisah, di PN Simalungun, Rabu (29/5/2019).

Zulkarnaen dan Lilik, merasa malu karena belum bisa bayar kontrakan yang terus ditagih oleh Yusra, selaku pekerja yang dipercayakan Darni Ginting untuk mengurus kebun jeruknya.

Keduanya berpikiran, jika tanaman dirusak, maka Yusra akan dipecat oleh Darno Ginting.

Setelah mencari informasi dari Pak Citra (sesama petani), bagaimana merusak tanaman jeruk. Lalu keduanya membeli Gromokson, yakni racun rumput, di salah satu toko pupuk, di Tiga Panah, sebanyak 2 botol seharga Rp.130 ribu secara patungan.

Racun itu dicampur ke bak penampungan yang sering digunakan Yusra untuk memupuk tanaman jeruk. Pada Minggu (24/2/2019) lalu, Yusra juga mencampur pupuk agar tanaman jeruk dapat tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan.

Setelah menyemprotkan pupuk dari bak penampungan, Yusra merasa terkejut pada keesokan harinya. Karena tanaman jeruk menjadi layu dan buahnya berjatuhan. Hal itu diberitahukan kepada pemilik Darno Ginting, di Medan.

Setelah diinterogasi dan mencari tahu, akhirnya kedua pelaku mengakui perbuatannya. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian hingga Rp340 juta.

Jaksa Firmansyah SH, menjerat keduanya dengan pasal 170 (1) dan pasal 406 (1) Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Kedua terdakwa membenarkan dakwaan jaksa, untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi persidangan, ditunda hingga Rabu (12/6/2019) mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.