HETANEWS

Pembunuh Ibu Guru GO Mulai Disidangkan

Walson digiring petugas usai pembacaan surat dakwaan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Berita yang sempat membuat gempar dan menjadi perhatian publik, terkaitnya tewasnya Elfi Manik (25), seorang guru di Bimbel Ganesha Operation (GO), mulai disidangkan, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (29/5/2019).

Tim jaksa penuntut umum, Juna Karo Karo SH dan Herman Ronald Mauritz Panjaitan SH, menjerat terdakwa Yewalson Sijabat alias Walson (26), dengan pasal berlapis. Melanggar pasal 339, 338, 365  (3) dan pasal 181 KUH Pidana.

Pembunuhan itu dilakukan terdakwa, yang masih bertetangga dengan korban, pada Jum'at  (21/12) lalu, sekira pukul 03.00 WIB, di rumah korban. Awalnya, terdakwa hanya berniat melakukan pencurian saja.

Tengah malam itu, terdakwa duduk di depan rumahnya dan melihat jendela rumah korban tidak terkunci.

Lalu melihat masuk lewat jendela dan mengambil HP Oppo A37. Naas, aksinya diketahui korban yang terbangun dan langsung diteriaki maling.

Terdakwa langsung membekap mulut korban sambil mencekik leher. Korban berusaha melawan, tapi terdakwa semakin kuat mencekik leher korban hingga tak bergerak lagi. Lalu tubuh korban ditarik ke dapur untuk menghilangkan jejaknya.

Baca juga: Sebelum Kabur, Yewalson Sijabat Sempat Bersihkan Darah Korban, Matikan TV dan Listrik

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Guru Ganesha Operation, Tersangka Peragakan 31 Adegan

Karena korban masih bergerak, terdakwa kembali mencekik leher korban dan mengambil 2 cincin yang ada di jari korban. Lalu mengangkat tubuh korban keluar rumah, dalam lobang yang ada di belakang rumah terdakwa.

Melihat situasi aman, terdakwa membawa mayat korban ke bondar dan menutupnya dengan pelepah sawit.

Terdakwa sempat membersihkan bercak darah di kamar dengan selimut korban. Lalu membawa selimut dan tas berisi uang Rp.132 ribu dan surat emas.

Terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba SH dari Posbakum PN Simalungun, tidak mengajukan eksepsi atas surat dakwaan penuntut umum. Sidang dipimpin majelis hakim, Roziyanti SH, Justiar Ronald SH dan Nasfi Firdaus SH MH, ditunda hingga Selasa (12/6/2019) mendatang untuk  mendengar keterangan saksi-saksi.

Penulis: ay. Editor: gun.