HETANEWS

Sabu Dicampur Kaca, Pupuk Urea dan Natrium Sulfat

AKBP Zulni Erna, Kasubdit Narkoba Labfor Mabes Polri cabang Medan. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Peredaran Narkoba saat ini sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Dan kasus penyalahgunaan narkoba, kebanyakan menyerang generasi muda. Padahal, ada banyak sekali bahaya narkoba bagi kesehatan.

Diantaranya  menyebabkan kecanduan yang dapat menurunkan kesadaran pemakainya, dehidrasi yang berlebihan, dan kerusakan sel otak.

Selain itu, merusak tatanan kehidupan berkeluarga dan sosial. Meningkatkan risiko berbagai penyakit, bahkan hingga mengakibatkan Kematian.

Hal itu dijelaskan Kasubdit Labfor Narkoba Mabes Polri Cabang Medan, AKBP Zulni Erna, di sela-sela acara pemusnahan barang bukti Narkoba, di Polres Tanjungbalai, Selasa (28/5/2019).

Narkoba jenis sabu yang datang dari negara asal  Myanmar, dikemas dalam bungkusan,  namun setelah sampai ke Indonesia dan dijualkan kepada pengguna, itu menurut AKBP Zulni Erna, biasanya  sudah  tidak murni lagi.

Contoh barang bukti sabu yang banyak dioplos. (foto/ferry)

Hal ini dikarenakan di sini berlaku teori ekonomi, tidak mungkin dari sang bandar itu kalau 1 kg  itu akan jadi 1 kg juga.  Biasanya mereka akan closed (campur) bahan - bahan lain yang masyarakat tidak mengetahuinya, ungkapnya.

Baca juga: Pemusnahan Narkoba,Tanjungbalai Masih Jadi Lintas Narkotika Jaringan Internasional

“Justru bahaya itu dari bahan oplosan. Mereka (pelaaku,red) menambahkan dengan bahan kimia lain, seperti  tawas, pupuk urea atau bahan kimia lain seperti natrium sulfat. Dan itu yang berbahaya yang masyarakat kan tidak mengetahui hal tersebut, “papar Kasubdit Laboratorium Narkoba Medan ini.

Dengan kata lain, bahan tambahan oplosan itu yang  dikhawatirkan yang akan merusak kesehatan masyarakat  sebagai penggunanya.

Para bandar atau pengedar ini, mereka tidak akan menjual yang asli dan itu merupakan  pengalaman kami di laboratorium yang pada tahap pengguna itu yang 0,1 gram ( nol koma satu)  itu biasanya itu sudah dicampur dengan bahan lain dan akhir - akhir ini yang sering itu justru dicampur dengan natrium sulfat yakni  kimia sangat berbahaya dan pernah pengalaman kami, bahwa sabu itu dicampur dengan beling atau kaca, jelasnya lagi.

Beling atau kaca itu dihancurkan sebagai untuk menambah berat sabu tersebut dan lagi-lagi penggunanya yakni masyarakat yang tidak mengetahuinya menjadi korban, sehingga mengakibatkan kematian,  sesal AKBP Zulni Erna, sambil mengajak masyarakat menjauhi narkoba.

Penulis: ferry. Editor: gun.