HETANEWS

Lanjuti Laporan Perusakan Aset Pemprovsu, Kasat Reskrim Cek Rumah Bercorak Hijau

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Demak Ompusunggu bersama Kepala UPT Cipta Karya Pematangsiantar, Sariguna Herawati Simanjuntak ketika cek TKP perusakan aset milik Pemprovsu, Selasa (28/5/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com- Polres Siantar melalui Satreskrim menindak lanjuti laporan perusakan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu),  di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kota Siantar, Selasa (28/5/2019) siang.

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Demak Ompusunggu saat ditemui di lahan milik Pemprovsu tersebut, menyampaikan, pihaknya bersama UPT Cipta Karya Pematangsiantar mengecek TKP.

"Setelah laporan kemarin, kita datang dan melihat lokasinya serta mendalami aset pemprov (UPT Cipta Karya Pematangsiantar) yang dirusak," ujarnya singkat saat wawancarai.

Di lokasi lahan milik Pemrovsu yang berbentuk rumah bercorak hijau tersebut, pihak kepolisian dan Upt Cipta Karya, mengecek satu per satu sudut bangun mulai dari depan hingga kebelakang.

Sementara itu, di lokasi yang sama,  Kepala UPT Cipta Karya Pematangsiantar, Sariguna Simanjuntak saat saat diwawancarai menyampaikan, pihaknya turun ke lokasi, guna melihat beberapa bangunan yang telah dirusak.

"Kemarin ada laporan kita tentang pengerusakan, hari ini, pihak kepolisian (Polres Siantar) turun untuk mengecek langsung,"pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Demak Ompusunggu bersama Kepala UPT Cipta Karya Pematangsiantar, Sariguna Herawati Simanjuntak ketika cek TKP perusakan aset milik Pemprovsu,  Selasa (28/5/2019). (foto/hza)

Diberitakan sebelumnya, Kepala UPT Cipta Karya Pematangsiantar, Sariguna Herawati Simanjuntak, ST MM, meminta Kapolres segera menindak lanjuti surat laporan No: STPL/117/IV/2019/SU/STR, yang telah diterima KANT "II" SPKT  E Tampubolon, pada 11 April 2019.

"Kami, melalui Jhonson P Tambunan selaku PNS UPT Siantar Dinas SDM telah membuat laporan pengaduan pengrusakan tembok  rumah bercorak hijau milik Pemprovsu yang dilakukan Fatmansyah Syamsu (Buyung),"jelas Sari.

Buyung (63) telah merusak tembok sepanjang 4 meter  yang dibuat UPT Cipta Karya, pada November 2018 lalu. Perusakan dilakukan  pada Selasa, 9 April 2019, yang mengakibatkan pihak UPT mengalami kerugian mencapai Rp 4 juta.

Baca juga: Kepala UPT Cipta Karya Minta Polres Tindak Lanjuti LP Pengrusakan Tembok Rumah Bercorak Hijau

Atas pengaduan itu, Buyung dijerat atau akan dikenakan pasal 406 KUH Pidana. Untuk itu, pihak UPT meminta agar Kapolres segera menindaklanjutinya.

Karena perintah pengosongan yang dilakukan UPT Cipta Karya Siantar, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.012/686.K/2006 tanggal 19 Mei 2006 tentang pengalihan status rumah Pemerintah Golongan II menjadi Rumah pemerintah Provsu Golongan III.

Penulis: hza. Editor: gun.