HETANEWS

Terkait Kabag Humas Pemko Siantar Dipolisikan, Kapolres: Kita Akan Usut Tuntas

Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Terkait laporan yang dilayangkan seorang pengusaha, bernama Tjaw Kim (51), yang melaporkan Kepala Bagian (Kabg) Humas Pemko Siantar, Hamam Soleh, atas dugaan penipuan penjualan tanah, akhirnya sampai ke telinga Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, Senin (27/5/2019).

Laporan resmi atas dugaan penipuan itu, tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/254/V/2019/SU/STR, tertanggal 21 Mei 2019.

AKBP Heribertua Ompusunggu yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut, menyampaikan, pihaknya akan mengusut tuntas.

"Akan kita usut tuntas. Tapi punya proses. Kita kumpulkan keterangan saksi-saksi. Pelaporan dari korban. Semua terkait akan kita panggil sebagai saksi. Setelah saksi-saksi, nanti kita gelar untuk dilanjut ke penyelidikan," ujarnya saat ditemui, di salah satu café, di Jalan Surabaya Siantar.

Saat disinggung ada upaya terlapor mengembalikan kerugian korban, Heribertus kembali menyampaikan, itu hanya alat bukti peringanan ke jaksa.

Diberitakan sebelumnya, Tjaw Kim (51) menyampaikan kasus ini, berawal pada akhir tahun 2012, lalu.

Hamam Soleh datang menemuinya dan menawarkan sebidang tanah seluas 14 x 36 meter yang berlolasi di Jalan Diponegoro Siantar, yang mana tanah tersebut milik Asmawati.

"Kasus ini sudah berproses sudah lama, ada enam tahun. Tidak hanya Soleh yang kita laporkan, Asmawati juga kita laporkan," ujarnya saat ditemui.

Tertarik dengan tanah yang ditawarkan tersebut, Tjaw Kim memberikan uang Rp 30 juta, guna mengurus sertifikat tanah kepada Soleh dan Asmawati.

"Tak berapa lama, Soleh datang meminta uang Rp 25 juta dengan alasan masih kurang untuk menerbitkan sertifikat. Setelah itu, saya ke kantor notaris lah ngurus, tapi aku cek dulu, bisa gak diurus. Setelah bisa, dibayar lah itu panjarnya Rp300 juta," ungkapnya.

Dikatakan Tjaw Kim, uang Rp 300 juta untuk panjar pembelian tanah dibayar di Tahun 2013. " Setelah itu, kita bikinlah akte perjanjian jual beli. Terus bisalah diurus, tetapi setelah 2,3 sampai 4 bulan tidak ada kejelasan," ujarnya.

"Kita kasih kepercayaan sama orang itu (Soleh dan Asmawati), dan kita sudah bayar DP, biar lah mereka yang mengupayakan itu, yang penting jadi sertifikat. Yang penting sesuai aturan hukum. Memang diproses, tetapi kemudian pada waktu itu dari BPN mengatakan, menilik dari surat-surat atau data-data yang ada itu disinyalir itu masih milik PU," ungkapnya kembali.

"Jadi diminta lah kepada si pemohon untuk meminta surat keterangan, bahwasanya itu bukan merupakan aset pemerintah. Jadi dikirim ibu itulah surat melalui notaris ke dinas terkait. Setelah itu, 2015 kalau gak salah, adalah jawaban dari dinas terkait itu, bahwasanya, menginfokan juga ke dinas provinsi, wali kota dan sebagainya, bahwasanya itu disinyalir masih aset pemerintah. Karena menurut ukuran kantor PU itu yang di sudut itu, itu merupakan satu kesatuan. Atas dasar itulah, aku meminta ke mereka, aku sudah gak mau lagi," ujarnya.

Dijelaskan Tjaw Kim, setelah dirinya minta pulangkan duit miliknya yang sempat diserahkan dan saat itu juga lah, dia tidak pernah bertemu dengan Hamam Soleh dan gak datang-datang.

Baca juga: Diadukan ke Polres Siantar, Ini Kata Kabag Humas Pemko Siantar

"Aku tanyakan terus tapi dia beralasan "Iya bang sabar dulu bang". Nanti kami lagi mau ajukan ke pengadilan . Sampai pada tahun 2017, setelah ku desak terus sama ibu itu dan anak perempuannya, ngomong dululah sama adek kami yang di Bandung katanya. Barulah komunikasi, jadi datanglah dia dijanjikan 6 bulan lagi akan datang," jelasnya.

"Mau datang lagi gak jadi, alasannya duitnya belum terkumpul adanya niat baik kami mengembalikan begini begono, awal dijanjikan Rp100 juta dipulangkan, rupanya terakhirnya gak dapat kami 100 juta masih ada 50 juta. Ya sudah kita ngomong dulu bagaimana penyelesaiannya, terus datang lah ketemulah kami dibayarkan lah 50 juta dulu pada tahun 2017, dengan kwitansi yang menyatakan membayar 50 juta, sisa kekurangan DP  yang harus dikembalikan, sisanya akan kami kembalikan selambat-lambatnya selama enam bulan kedepan. Setelah enam bulan kedepan itu, aku masih fair kasih sebulan lagi. Udah 7 bulan lah. Setelah itu aku telpon menanyakan penyelesaian, mereka beralasan lagi. Nantilah pak saya bicara lagi dengan bapak setelah lebaran tahun 2018, setelah itu gak di kabarin juga," ungkapnya kembali.

Saat disinggung, apakah dirinya masih bertemu dengan Hamam Soleh? Tjaw Kim mengatakan, masih ketemu beberapa kali.

"Berapa kali ketemu dengan Soleh, dia gak pernah menegur. Seolah-olah cuek aja. Ya udah gak papa.

Kitakan melihat niat baik itu gak ada lagi, sampailah kutelpon lagi anak ibu (Asmawati) itu, dua nomor teleponnya sudah gak masuk," ucapnya.

Ditanya, apa yang menjadi alasan membuat laporan ke Polisi?. Tjaw Kim mengatakan, "Ya karena kita lihat niat baik itu tidak ada lagi," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.