HETANEWS

Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Narkotika di PN Siantar Dihadiri Hakim Tunggal

Terdakwa Kele (rompi merah) bergegas meninggalkan ruang sidang usai dituntut 6 tahun penjara. (Foto/Mar)

Siantar, hetanews.com - Jaksa penuntut umum (JPU), Lynce Jernih Margaretha menuntut terdakwa Rahman Saleh alias Kele (25) selama 6 tahun penjara. Saleh ditangkap atas kasus narkotika dengan barang bukti 1 paket sabu seberat 0,14 gram.

Dalam membacakan amar tuntutannya, Senin (27/5/2019) di Pengadilan Negeri Siantar, JPU juga membebankan terdakwa denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan dengan ancaman melanggar Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa warga Jalan Pdt. J Wismar Saragih Gg Mesjid, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba didampingi penasehat hukumnya Erwin Purba, menyatakan mengajukan Pledoi (nota pembelaan). Sidang kemudian ditunda dan akan dilanjutkan pada 12 Juni mendatang.

Namun ada sedikit hal berbeda dalam sidang tadi, sejak dimulai hingga selesai sidang. Majelis hakim yang memeriksa perkara hanya dihadiri seorang hakim atau hakim tunggal. Adalah hakim Simon Charles P Sitorus.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan persidangan kasus tindak pidana umum biasanya yang dihadiri 3 orang hakim dengan susunan terdiri satu orang Ketua Majelis dan 2 hakim anggota.

Hetanews kemudian mencoba mengonfirmasi hal tersebut terhada Humas PN itu sendiri. Simon yang juga menjabat Humas menjawab hal itu dilakukan sesuai azas peradilan.

Dikatakan bahwa bertindak sebagai Ketua Majelis perkara tersebut adalah Hakim Danar Dono yang juga menjabat Wakil Ketua PN Siantar. Danar sebutnya tengah dinas luar yakni ke Aceh sehingga tak dapat mengikuti sidang. Sedangkan seorang hakim lainnya tak dijelaskannya.

"Mengingat azas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan tadi tuntutan dibacakan, tunda Hari Rabu tgl 12 Juni 2019, untuk Pledoi," ujarnya dalam pesan Whatsapp.

Dijelaskannya juga bahwa dalam sidang tadi, ia berstatus hakim anggota dan menandatangani berita acara seorang diri.

Dalam dakwaan diungkap, anggota Polres Siantar mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi Narkotika di Jl. Seram Gg Selamat Kel. Bantan  Kec. Siantar Barat. Terdakwa berhasil ditangkap saat berdiri dipinggir jalan tersebut, pada Senin (7/1/2019) lalu.

Saat diamankan, Polisi berhasil menyita barang bukti 1 paket Narkotika jenis Shabu dari kantong baju  sebelah kanan dan 1 unit HP merk Brandcode. 

1 Paket Shabu yang beratnya 0,14gr didapat terdakwa dari rekannya Riko Alamsyah (terdakwa lain). Riko memasukkan Shabu ke dalam kantong baju terdakwa dan menyuruhnya untuk antar barang itu kepada seseorang di Jalan Seram Gang Selamat. 

Penulis: tim. Editor: bt.