HETANEWS

Cucu Lee Kuan Yew Menikahi Pasangan Sejenis, Pamannya PM Singapura Angkat Bicara!

Cucu Lee Kuan Yew Menikahi Pasangan Sejenis, Pamannya PM Singapura Angkat Bicara! Li Huanwu (kiri), cucu Lee Kuan Yew menikahi pasangan sejenisnya Heng Yirui.

Singapura, hetanews.com - Cucu bapak pendiri sekaligus perdana menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew dilaporkan menikah dengan pasangan sejenis.

Li Huanwu, satu dari tujuh cucu mendiang PM yang akrab disapa Harry Lee itu resmi menikah dengan kekasihnya, Heng Yirui, di Cape Town, Afrika Selatan, Jumat pekan lalu 924/5/2019).

Keduanya mengunggah momen kebahagiaan mereka di media sosial. Adapun pernikahan sesama jenis legal di Afsel sejak 2006.

Heng di media sosialnya mengatakan perjalanan menuju momen itu sungguh luar biasa karena dukungan dari teman serta keluarga. "Inilah hubungan cinta seumur hidup yang penuh kasih dan keceriaan," demikian ungkapan Heng di media sosial.

Sabtu (25/5/2019), Li juga menyatakan bahagia bisa berbagi momen pernikahan dengan orang terdekat.

Hubungan keduanya mulai tercium publik sejak dua tahun terakhir sejak spekulasi mengenai orientasi seksual Li merebak pasca-terlihat berada di lokasi Pink Dot 2017.

Tak hanya sekadar hadir di lokasi, dia juga menyuarakan dukungan terhadap acara tahunan yang merupakan parade pendukung komunitas LGBT Singapura.

Ayah Li, Lee Hsien Yang yang merupakan putra kedua Lee Kuan Yew dilaporkan menyambut hangat pernikahan putranya.

Adapun sebelum wafat pada 2015, Lee pernah menyampaikan pandangannya mengenaia komunitas LGBT.

Menurutnya Lee, ada perbedaan genetik. "Jadi, jika ada dua pria dan dua perempuan saling mencintai, biarkan mereka sendiri," ujar Lee pada 2011.

Kabar pernikahan itu tentu menjadi berita besar mengginat UU Singapura Pasal 377A melarang hubungan seksual sejenis dan mengkriminalkannya.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong yang notabene paman Li mengutarakan pentingnya pasal tersebut mengingat masyarakat Negeri "Singa" adalah masyarakat konservatif.

Warga Singapura, katanya, belum siap untuk "berkompromi" dengan kaum LGBT. Meski begitu, Lee juga berujar pemerintah tak bakal bersikap sebagai "polisi moral". Artinya, pemerintah tidak akan benar-benar memaksakan implementasi pasal ini, dan tak bakal mendiskriminasi LGBT.

Ratusan pasangan sesama jenis dilaporkan beramai-ramai menikah pada Jumat (24/5/2019) yang merupakan hari pertama penerapan pernikahan sesama jenis.

Taiwan merupakan negara pertama di Asia yang mengizinkan pernikahan sejenis pada pekan lalu, dan menjadi kemenangan bagi aktivis LGBT dalam perjuangan selama 20 tahun.

Sebuah kantor pencatatan sipil yang berada di pusat Taipei begitu sibuk ketika diserbu oleh pasangan yang tidak ingin melewatkan momen bersejarah itu.

"Pengesahan pernikahan itu baru langkah pertama," kata seorang novelis yang dikenal dengan nama pena Chen Hsue, sebagaimana diberitakan The Independent.

Chen yang tinggal bersama pasangannya selama 10 tahun mengungkapkan, dia berharap komunitas LGBT bisa diperlakukan sebagai masyarakat biasa di Taiwan.

Seorang warga di Taipei yang tidak ingin namanya diketahui mengungkapkan, dia bahagia karena bersama pasangannya, dia bisa berkata ke semua orang mereka sudah menikah.

Ada sejumlah orang yang meminta supaya identitas asli mereka tak dipublikasikan karena mereka masih merasakan stigma yang melekat tentang gay di sana.

Seorang blogger bernama Kristin Huan menuturkan dia dan pasangannya, Amber, bakal berusaha membuka pintu hati orang-orang itu dengan unggahan kisah mereka.

"Berusaha membuka diri kepada setiap orang merupakan fase tersulit yang harus dijalani oleh seorang gay," terang Huan.

Kementerian Dalam Negeri Taiwan menyatakan, sekitar 300 pasangan sesama jenis diprediksi bakal melangsungkan pernikahan mereka sepanjang Jumat.

Taiwan memisahkan diri dari China karena perang sipil yang terjadi pada 1949 meski sampai detik ini, Beijing menganggap Taiwan sebagai daerahnya yang harus disatukan lagi.

Pernikahan sesama jenis hingga saat ini masih ilegal di China. Meski aktivis LGBT telah membuat perkembangan, hubungan sesama jenis masih disensor di media sosial maupun televisi.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.