HETANEWS

Posting Hoax Soal Jokowi dan Kapolri, Pemuda di Kalteng Ditangkap

Hardianor ditangkap polisi terkait hoax dan ujaran kebencian (dok Humas Polda Kalteng)

Jakarta, hetanews.com - Hardianor alias Nuy alias Annoy (23) ditangkap polisi gara-gara mengunggah informasi hoax alias bohong dan ujaran kebencian lewat akun Facebook-nya. Dia hingga saat ini masih diperiksa polisi.

"Masih diperiksa intensif. Tadi malam baru diamankan," kata Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Kalteng AKBP Muryanto saat dihubungi lewat telepon, Minggu (26/5/2019).

AKBP Muryanto menjelaskan, Hardianor diringkus di kediamannya Sabtu (25/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Dia dijemput polisi setelah Tim Patroli Cyber Bidhumas Polda Kalteng menemukan akun Facebook dengan nama Nuy banyak mengunggah hoaks dan ujaran kebencian terhadap sejumlah pihak termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hoax yang ikut disebar Hardianor Foto: (dok Humas Polda Kalteng)

Hingga saat ini Hardianor masih diperiksa di Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kalteng. Saat diperiksa dia meminta maaf dan mengakui perbuatannya sudah dilakukan sejak enam bulan lalu. Dia mengaku hanya membagikan berita, foto dan video yang dia dapat dari akun-akun Facebook lainnya.

Warga Jalan Dr Murjani Palangka Raya ini juga meminta maaf atas perbuatannya usai mendapat pembinaan. Video pernyataan maafnya diunggah di akun Instagram @humaspoldakalteng.

Hoax yang ikut disebar Hardianor Foto: (dok Humas Polda Kalteng)

Kapolda Kalteng Irjen Anang Revandoko sebelumnya mengimbau agar seluruh masyarakat bijak bermedia sosial. Dia terus mengkampanyekan 'saring sebelum sharing dan stop HPUS (Hoaks, Pornografi, Ujaran Kebencian dan SARA)'. Jika ada foto, video atau informasi lain yang belum jelas kebenarannya, jangan langsung dishare, melainkan cari tahu kebenarannya.

Ditambahkan Irjen Anang, Tim Patroli Cyber Bidhumas Polda Kalteng akan selalu memantau semua platform media sosial guna menciptakan kondusifitas di dunia maya. Dia mengingatkan agar masyarakat jangan sampai mengunggah atau ikut membagikan berita bohong dan ujaran kebencian.

"Kami melaksanakan patroli bukan hanya di dunia nyata tapi di dunia maya pun selama 1x24 jam kami juga melaksanakan patroli dengan sangat intensif. Hal ini kami lakukan guna menciptakan ketentraman dan kesejukan di dunia maya," tutup mantan Kepala SPN Tjilik Riwut ini.

Sumber: detik.com

Editor: gun.