HETANEWS

Wakil Ketua Cakra 19 Sumut: Pemilu Curang Hanya Terjadi di Pileg

Pahala Sitorus, Wakil Ketua Cakra 19 Sumut, Sabtu (25/5/2019). (Foto/WH)

Tebingtinggi, hetanews.com - Pahala Sitorus, selaku Wakil Ketua Cakra 19 Sumatera Utara (Sumut), membantah pernyataan Bambang Widjojanto, ketua tim hukum pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandi yang menyatakan, telah terjadi kecurangan pada pemilu Presiden – Wakil Presiden yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

Pahala meminta tim hukum Prabowo-Sandi, jangan membangun opini untuk mendapatkan dukungan masyarakat, dengan menyatakan, telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan massif.

Pahala dengan tegas menyatakan, bahwa apa yang disampaikan Bambang Widjojanto tidak benar dan pengaduan itu telah disidangkan oleh Bawaslu dan dinyatakan tidak cukup bukti.

Pemilu yang telah dilaksanakan, pada 17 April 2019 yang lalu, mempunyai tahapan. Dimana perhitungan suara Capres - Cawapres dilakukan pada siang hari dan disaksikan oleh saksi masing – masing Capres, saksi partai dan masyarakat luas, sehingga tidak ada ruang untuk melakukan kecurangan, ujarnya.

Berbeda dengan perhitungan suara calon legislatif (Caleg), khususnya tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan pada malam, bahkan sampai pagi hari yang tidak lagi disaksikan oleh saksi partai secara utuh dan masyarakat luas, tambahnya.

Kondisi inilah yang mengakibatkan terjadi kecurangan, pada pemilihan legislative (Pileg). Jadi pada Pilpres tidak ada ruang untuk terjadi kecurangan, tegasnya lagi.

Selain itu, lanjutnya, Bamabang Widjojanto harus tegas menyampaikan kecurangan apa yang terjadi pada Pilpres dan harus dilengkapi bukti – bukti, termasuk masalah data pemilih.

“Untuk Pemilihan Pesiden dan Wakil Presiden, dengan tegas saya sampaikan tidak ada terjadi kecurangan. Namun, untuk pemilihan legislatif, terjadi kecurangan hampir di semua daerah,” tegas Pahala mengakhiri.

Penulis: wh. Editor: gun.