HETANEWS

Disorot Wartawan, PLN Doloksanggul Layangkan Surat Hak Jawab ke Hetanews.com

Kantor PLN Doloksanggul. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - PLN Doloksanggul telah melayangkan surat hak jawab dan hak koreksi mereka kepada media online hetanews.com yang berkantor cabang, di Perumahan Tasbih II Blok 6 Nomor 82, Kota Medan.

Surat yang ditandatangani, Holmes Hutapea, yang merupakan Manager PLN Doloksanggul tersebut, dimaksudkan untuk menjawab, sekaligus mengoreksi isi pemberitaan yang dimuat hetanews.com, pada tanggal 15 Mei 2019, lalu. Berita tersebut berjudul "Didampingi Polisi, PLN Doloksanggul Bongkar Meteran Warga di Pakkat" dan "Ini Kata PLN Doloksanggul Terkait Pembongkaran Meteran di Pakkat".

Surat hak jawab dan hak koreksi dari PLN Doloksanggul. (Foto/Rachmat Tinton)

Surat yang diterima pada Jumat (24/5/2019) bernomor 0001/STH.00.01/DLS/2019 itu, berisi beberapa poin penting.

Diantaranya, PLN Doloksanggul  mengakui telah melakukan pemutusan (bukan pembongkaran) arus listrik terhadap pelanggan Rusli Siagian, berdasarkan Perdir nomor 088.2.P/DIR/2016. Kegiatan tersebut didampingi pihak kepolisian dari Polres Humbang Hasundutan (Humbahas).

Surat hak jawab dan hak koreksi dari PLN Doloksanggul. (Foto/Rachmat Tinton)

Dijelaskan dalam surat itu, penyebab dilakukannya pemutusan tersebut, dikarenakan terjadinya pengawatan yang terbalik antara terminal 1 dan terminal 2. Hal itu mempengaruhi kWh Meter menjadi mundur. Akibatnya, angka meter akan menjadi mundur atau berkurang.

Baca juga: Didampingi Polisi, PLN Doloksanggul Bongkar Meteran Warga di Pakkat

Baca juga: Ini Kata PLN Doloksanggul Terkait Pembongkaran Meteran Pelanggan di Pakkat

Selain itu, melalui surat tersebut, PLN Doloksanggul juga membantah pernyataan pelanggan yang sebelumnya mengaku telah membayar tagihan senilai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu setiap bulannya. PLN menyebut, pelanggan itu hanya membayar Rp 60 ribu dan biaya tagihan tersebut merupakan energi minimum.

Penulis: rachmat. Editor: gun.