HETANEWS

Polres dan Kejari Samosir akan Lakukan Penyelidikan Kepemilikan Lahan di Areal Hutan Tele

Lokasi Hutan Tele yang terjadi kerusakan lingkungan hingga mengakibatkan terjadinya banjir bandang, di hilir. (Foto/STM)

Samosir, hetanews.com - Pasca terjadinya penebangan pohon di Hutan Tele, pihak penegak hukum, baik Polres dan Kejari Samosir, tampaknya tidak akan tinggal diam.

Tidak hanya itu, oknum - oknum yang miliki lahan yang berada di kawasan APL Hutan Tele dan sekitarnya juga akan ditelusuri pihak berwajib.

Dan seperti penulusuran wartawan, bahwa salah satu pejabat Inspektorat Pemkab Samosir, berinisial WS, memiliki salah satu lahan APL  yang sudah bersertifikat, menjadi lahan pribadinya. Yaitu sertifikat SHM nomor 194/2014 dengan luas 16.760 m2, sertifikat SHM nomor 195/2014 dengan luas 2.918.

Sementara peruntukannya, jelas kita tau, bahwa lahan tersebut diperuntukan untuk masyarakat, sebagai lahan pertanian, guna menanami tanaman holtikura yang sifatnya pinjam pakai dari Pemkab Samosir dan tidak bisa dipindah tangankan, apalagi disertifikatkan menjadi milik pribadi.

WS yang dikonfirmsi pada Kamis (23/5/2019), lalu.  Membenarkan kalau tanah tanah itu dibeli legal, tapi sekarang tanah miliknya itu sudah berpindah tangan (dijual) ke seseorang, bermarga Tamba atau Sihotang.

Saya lupa ke marga apa, ujarnya agak grogi menjawab. Dan tanah tersebut, saya beli dari Boluson Pasaribu yang juga salah satu anggota DPRD Samosir, bebernya.

Hetanews.com kembali mempertanyakan hal ini langsung kepada Boluson Pasaribu, yaitu tanah yang dijual ke salah satu pejabat Kepala Badan Ispektorat Samosir tersebut, WA. ‘

"Tanah itu bukan dari saya dan tidak ada saya jual ke beliau, bilang sama dia itu, “ujarnya kepada awak media.

Menyikapi hal ini, Kasat Reskim Polres Samosir, AKP  jonser Marbun kepada hetanews.com, Jumat (24/5/2019), sekitar pukul 12.05 WIB, berjanji akan melakukan penyelidan.

Dan jika terbukti dalam penyelidikan ini, ada oknum pejabat atau mantan pejabat memiliki lahan itu, kita akan lakukan interograsi kepada pihak yang bersangkutan untuk melakukan pengembangan kasus ini, ungkapanya.

Sementara Kasi Intel Kejari Samosir, Aben Situmorang SH, ketika dikonfirmasi hetanews.com, Jumat (24/5/2019) mangatakan, pihaknya lagi melakukan penyelidikan dan jika nanti ada dua alat bukti permulaan ditemukan atau memenuhi unsur kepada oknum pejabat dan mantan pejabat Pemkab Samosir, terbukti memiliki lahan APL yang bukan haknya, maka akan ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan.

Penulis: stm. Editor: gun.