HETANEWS

Massa HMI Geruduk Kantor Bupati Asahan, Ini Jawaban Sekda

Sekda Asahan, Taufik Zainal Abidin, didampingi Kaban Kesbangpol, Sorimuda Siregar saat mendengarkan aspirasi yang disampaikan massa HMI, di Kantor Bupati Asahan, Jalan Sudirman Kisaran, Rabu (22/5/2019) siang.

Asahan, hetanews.com - Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kisaran – Asahan, mendatangi kantor Bupati Asahan untuk melakukan aksi unjuk rasa terkait Pemilu 2019, pada Rabu (22/5/2019) siang lalu.

Pada aksi tersebut, Ketua HMI Cabang Kisaran - Asahan, Andre Himawan Purba, mendesak Pemkab Asahan dan DPRD Asahan untuk mempertanyakan kepada Pemerintah RI, terkait penyebab banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia pada pelaksanaan Pemilu serentak 2019, 17 April lalu.

"Kami meminta kepada Pemkab Asahan dan DPRD Asahan untuk menyampaikan rasa kekecewaan kami atas pemerintahan saat ini, karena kami menilai pemerintah berhasil membangun infrastruktur tetapi gagal dalam membangun sumber daya manusia sesuai dengan perintah konstitusi," ucapnya melalui pengeras suara.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga meminta pemerintah Indonesia melalui pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi akibat imbas dari pesta demokrasi yang mereka anggap tidak berjalan damai.

"Kami meminta Presiden Indonesia yang dalam hal ini kami sampaikan ke Pemerintah Daerah untuk hadir menjawab keresahan-keresahan masyarakat terkait masalah yang timbul akhir-akhir ini usai pelaksanaan pemilu 17 April 2019 yang lalu,"tutur Rizal Ritonga, selaku koordinator aksi.

Menanggapi hal tersebut, Sekdakab Asahan, Taufik Zainal Abidin, didampingi Kaban Kesbangpol Asahan, Sorimuda Siregar kepada para pengunjuk rasa mengatakan, akan menampung dan menyalurkan aspirasi tersebut kepada Plt Bupati Asahan dan selanjutnya akan meneruskannya ke pemerintah pusat.

"Terimakasih kasih kepada adik-adik HMI yang telah menyampaikan aspirasinya, sesegera mungkin kami akan sampaikan ke pimpinan untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat,"ujarnya.

Selain itu, Sekda juga mengatakan sesuai dengan peraturan perundangan Pemkab Asahan tidak bisa mengambil keputusan yang sifatnya nasional, namun sebatas hanya memberi masukan dan rekomendasi.

"Pemkab Asahan sangat menghargai apa yang adik-adik sekalian sampaikan, namun dalam hal ini kita tidak bisa memutuskan apa yang menjadi tuntutan yang sifatnya nasional, maka dari itu kami hanya bisa sebatas memberi masukan dan rekomendasi,"pungkasnya.

Setelah sekitar 30 menit mendengar penjelasan dari Sekda Asahan, para pengunjuk rasa pun membubarkan diri dengan tertib, sembari meminta Pemkab Asahan untuk serius menanggapi aspirasi yang disampaikan para mahasiswa tersebut.

Penulis: rendi. Editor: gun.