HETANEWS

Sempat Digerebek Bupati Samosir, Exavator Raib dari Hutan Tele

Alat berat Exavator yang raib dari lokasi Hutan Tele. (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Mendapat laporan penebangan hutan di Kawasan Hutan Tele, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, langsung turun ke lapangan.

Saat melihat langsung kondisi di lapangan, dia mengungkapkan keprihatinan dan bahkan geram atas penebangan pohon di Sitonggitonggi, Desa Partungkonaginjang, di Kawasan Hutan Tele tersebut.

Bupati juga meminta pihak kepolisian agar melakukan pengamanan pada dua alat berat, berupa Exavator agar tidak dibawa oleh pemiliknya.

"Menurut kami ini sudah melanggar hukum karena pelaku melakukan penebangan tidak memiliki izin lingkungan, serta kayu ditebang keluar dari lokasi untuk dijual keluar Samosir. Supaya alat berat tersebut tidak hilang dan tidak diambil pemiliknya, kami berharap Polres Samosir melakukan pengamanan ekskavator tersebut ke Polres Samosir atau halaman rumah dinas Bupati pun boleh,"ujar Bupati, Rapidin Simbolon pada rapat teradu sehari pasca temuan yang dihadiri Asisten I dan II, Kadis Lingkungan Hidup, Kepala Bappeda, Kadis Perijinan serta Kapolres Samosir bersama Kasat Reskrim, Kepala KPH XIII Dolok Sanggul serta Tim Gakkum Kementerian KLH ,pada Minggu (21/5/2019), lalu, di Rumah Dinas Bupati Samosir, di Pangururan.

Namun, empat hari pasca temuan tersebut, dua alat berat tersebut sudah hilang dari lokasi penebangan pohon, di Sitonggitonggi, Desa Partungkonaginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Hal itu dibenarkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Samosir, Darwin Sihombing, ketika dikonfirmasi, Kamis (23/5/2019).

"Benar bahwa alat berat tersebut tidak ada di lokasi penebangan di Desa Partungkonaginjang, tapi sudah bergeser di satu lokasi, di Desa Hutagalung kearah TPL dan sampai saat ini masih ada di sana," ujar Darwin Sihombing.

Tambahnya, Pemkab Samosir melalui Satpol PP tetap melakukan pengawasan dan montoring di sekitar lokasi penebangan.

"Kita melakukan kerjasama dengan aparat desa untuk melakukan pengawasan dan monitoring setiap malam, bahkan 24 jam kita monitoring," tegas Darwin.

Pengawasan dan monitoring tetap dilakukan untuk mengantisipasi, agar tidak diambil oleh pemiliknya, sampai status hukum alat bukti tersebut jelas kedepannya.

Penulis: stm. Editor: gun.