HETANEWS

Polisi Perlihatkan Wajah-wajah Perusuh Bayaran pada Aksi 22 Mei

TNI-Polri amankan ratusan perusuh bayaran berdalih menyuarakan pendapat di Thamrin, Tanah Abang, Petamburan dan Slipi

Jakarta, hetanews.com - Polisi menyebut bahwa kerusuhan pasca-Pemiu 2019 bukan hal yang spontan, melainkan terorganisir. Ratusan orang ditangkap karena terbukti menjadi provokator di tengah kerumunan massa.

Akun instagram @tmcpoldametro mengunggah video yang memperlihatkan komplotan perusuh. Mereka ditangkap saat keributan di Thamrin, Tanah Abang, Petamburan dan Slipi.

Akun instagram TMC Polda Meto Jaya menjelaskan perusuh adalah oknum bayaran. Namun tak dirinci berapa nominal pembayaran kepada para perusuh. Keterangan akun @tmcpoldametro:

TNI-Polri amankan ratusan Perusuh bayaran berdalih menyuarakan pendapat di Thamrin, Tanah Abang, Petamburan dan Slipi.

TNI-Polri tidak akan mentolerir dan akan menindak tegas semua upaya yang akan mengganggu ketertiban Masyarakat serta aksi-aksi inkonstitusional yang merusak proses demokrasi.

NKRI harga mati!

TNI-Polri amankan ratusan perusuh bayaran berdalih menyuarakan pendapat di Thamrin, Tanah Abang, Petamburan dan Slipi
TNI-Polri amankan ratusan perusuh bayaran berdalih menyuarakan pendapat di Thamrin, Tanah Abang, Petamburan dan Slipi 

Polisi menemukan barang bukti berupa rekaman pertemuan yang menunjukkan perencanaan aksi kerusuhan di wilayah Jakarta pada 21-22 Mei.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pertemuan itu dilakukan di Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

"Para tersangka (kerusuhan) ini berasal dari luar Jakarta, beberapa dari Jawa Barat.

Mereka kemudian datang ke (masjid) Sunda Kelapa, kemudian bertemu dengan beberapa orang di sana. Ini ada barang bukti, ada rekamannya," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Argo menjelaskan, pertemuan yang terekam itu menunjukkan rencana penyerangan ke asrama polisi di Petamburan. "(Mereka) merencanakan dan menyerang asrama polisi di Petamburan.

Jadi, sudah disetting untuk melakukan penyerangan ke asrama polisi," ujarnya. 

Saat ini, polisi masih mendalami dan mencari seseorang yang menyediakan uang operasional untuk merencanakan aksi kerusuhan tersebut.

Hingga Rabu malam, Polda Metro Jaya mengamankan 257 tersangka yang diduga provokator dalam kerusuhan di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di Jakarta, yakni gedung Bawaslu RI, wilayah Petamburan, dan wilayah Gambir.

"Jumlah (orang yang ditangkap) masih bisa bertambah," ungkap Argo.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya bom molotov, senjata tajam berupa parang dan belati, uang tunai senilai Rp 5 juta, batu, dan telepon genggam.

  • Kerusuhan Disetting dengan Pemberian Dana Operasional

Argo mengatakan, aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di Jakarta pada 21-22 Mei telah direncanakan sebelumnya dengan menyediakan uang operasional. 

"Pelaku ( kerusuhan) ini ada yang menyuruh dengan disebutkan ada beberapa (uang) yang di amplop itu. (Tersangka kerusuhan) sudah mensetting kegiatan," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (22/5/2019).

Saat ini, polisi masih mendalami dan mencari penyedia uang operasional aksi kerusuhan tersebut. "Setelah kami tanyakan (kepada tersangka) uang itu dari seseorang.

Seseorang itu sedang kami gali, siapa seseorang yang telah memberikan dana operasional dan amplop," katanya. 

Hingga Rabu (22/5/2019) malam, Polda Metro Jaya mengamankan 257 tersangka yang diduga provokator dalam kerusuhan di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di Jakarta.

"Berkaitan dengan kegiatan unjuk rasa tanggal 21 dan 22 Mei yang TKP-nya ada tiga yakni gedung Bawaslu, wilayah Petamburan, dan Gambir. Dari ketiga TKP itu, ada 257 tersangka," ujar Argo.

Ia menjelaskan, 72 tersangka terduga provokator yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI diamankan dengan alasan penyerangan kepada petugas kepolisian dan pengrusakan fasilitas umum.

Untuk 156 tersangka terduga provokator yang melakukan aksi unjuk rasa di wilayah Petamburan diamankan dengan alasan pembakaran mobil dan penyerangan fasilitas negara.

Sementara, 29 tersangka yang diamankan di wilayah Gambir diamankan dengan alasan penyerangan asrama dan Polsek Gambir.

"Jumlah (orang yang ditangkap) masih bisa bertambah," ujar Argo.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.