HETANEWS

Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan

Palembang, hetanews.com - Sebanyak 35 orang siswa di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SOS), dilarikan ke rumah sakit. Mereka diduga keracunan makanan saat berbuka puasa di sekolah.

Berdasarkan pantauan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bari Palembang, terlihat ada beberapa perawat dan dokter melakukan pengecekan kondisi para siswa. Ada yang mengaku mual dan pusing setelah buka puasa bersama Senin (20/5) kemarin.

"Kemarin buka puasa bareng di sekolah pada makan rujak mi. Terus besoknya pada pusing, mual dan muntah-muntah," kata seorang pelajar, Rani ketika ditemui di RS Bari, Rabu (22/5/2019).

Sementara Kepala SOS, Mitrisno yang mendampingi siswa menyebut semua siswa menjalankan kegiatan biasanya pada Selasa kemarin. Namun di siang harinya, banyak siswa mengeluh sakit.

Saat itu, Rani berfikir hanya dirinya saja yang mengalami kondisi tersebut. Tapi setelah itu, ada beberapa rekannya ikut menderita pusing, mual serta langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit.

"Saya kira awalnya sakit biasa karena pusing, nggak tahu di rujuk ke rumah sakit ini. Eh banyak juga teman-teman yang kena," tutupnya.

Bahkan Mitrisno mendapat laporan dari pegurus asrama bahwa semakin banyak siswa yang mengeluh sakit. Akhirnya tadi malam sekitar Pukul 23.30 WIB seluruh siswa yang sakit di rujuk ke RS Bari dan RS Hermina.

"Total ada 35 siswa yang tadi pagi kami bawa karena sakit, ada di Hermina, Bari, Muhamadiyah dan Puskesmas. Semua keluhan sama, mual dan pusing," terang Mitrisno.

Sutrisno kini belum dapat memastikan penyebab keracunan ini dari makan di waktu buka puasa atau sahur. Apalagi pihak asrama baru saja ganti cathering selama bulan Ramadhan.

"Kami baru ganti cathering sebulan ini dengan menu berbuka seperti rujakmi, nasi ayam sambel, bakwan. Termasuk minuman lemonti dan menu sahur nasi telor sambel, sayur dan tempe goreng," katanya.

Terlihat di antara kerumunan siswa dan guru pendamping ada beberapa jajaran Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang. Polisi mengaku akan memeriksa semua siswa yang mengalami keracunan. 

sumber: detik.com

Editor: bt.