HETANEWS

Plt Bupati Asahan Peringati Malam Nuzulul Qur'an di Masjid Agung Achmad Bakrie Kisaran

Plt Bupati Asahan saat membacakan sambutan pada peringatan malam Nuzulul Qur'an, di Masjid Agung Achmad Bakrie, Jalan Sudirman Kisaran, Selasa (21/5/2019) malam.

Asahan, hetanews.com - Momentum bulan suci ramadhan dan peringatan Nuzul Quran, merupakan kebangkitan yang hakiki dengan ditandai bangkitnya umat Islam dalam berpikir.

Bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup, tetapi bagaimana kebutuhan hidup dapat dipenuhi dengan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Hal itu disampaikan Plt. Bupati Asahan, H. Surya B.Sc saat memperingati malam Nuzulul Qur'an (17 ramadhan) yang dilaksanakan di Masjid Agung Achmad Bakrie, Jalan Sudirman Kisaran, pada Selasa (21/5/2019) malam.

Peringatan malam Nuzulul Qur'an juga dihadiri oleh Dandim 0208/As, Letkol Inf Sri Marantika Beruh, Wakapolres Asahan, Kompol M Taufik, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Kajari Asahan, Sekdakab Asahan, Taufik Zainal Abidin, Kakan Kemenag, Hayatsah, para tokoh agama serta masyarakat Asahan.

Pada kesempatan itu, Plt Bupati Asahan juga mengatakan, Al Qur'an merupakan kumpulan firman Allah, sekaligus merupakan peraturan agama Islam.

Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup di dunia menuju kehidupan akhirat, sekaligus menjadi petunjuk pembeda antara yang benar dan yang salah.

"Segala permasalahan kehidupan harus berpedoman kepada Al-Qur'an. Al-Qur'an sebagai sumber ajaran Islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya, pada malam 17 ramdahan inilah malam dimana diturunkannya Al-Qur'an yang menjadi referensi bagi umat muslim di seluruh dunia," ungkapnya.

Selanjutnya, dalam tausiyah yang disampaikan Ustadz Hasrad Efendi Samosir yang berasal dari Kota Medan, mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT dan menyampaikan bahwa Al-Qur'an, merupakan Mukjizat Nabi Muhammad SAW terbesar.

"Bulan ramadhan bukan hanya sebagai bulan pembenahan spiritual saja, tetapi harus diperluas untuk membangun keadaban pribadi, membangun karakter terhadap kebaikan sosial dan bahkan menjadi bias pembangunan yang kolektif dalam bernegara. Dan yang terpenting kita sebagai umat manusia haruslah selalu mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan, jangan sampai kita kufur akan nikmat-Nya," pungkasnya.

Penulis: rendi. Editor: gun.