HETANEWS

Kantor Bea dan Cukai Siantar Akui Maraknya Peredaran Rokok ‘Ilegal’, Ada 42 Temuan hingga Mei 2019

Fajar Patriawan, Kasi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Bea dan Cukai Siantar

Siantar, hetanews.com – Akhir – akhir ini, peredaran rokok ilegal di masyarakat lagi hangat dibicarakan. Seperti penelusuran hetanews.com, tampaknya masyarakat suka membeli produk rokok yang murah dan ‘rasanya’ tak kalah dengan rokok lainnya, tanpa memperdulikan, apakah rokok itu legal atau ilegal?

Soal adanya pelanggaran rokok tersebut, dibenarkan oleh pihak Kantor Bea dan Cukai Kota Pematangsiantar, yang beralamat di jalan Sisingamangaraja no 66, kota Siantar.

Melalui Fajar Patriawan, Kasi Penindakan dan Penyelidikan, menyebutkan, bahwa pihaknya terus melakukan operasi ke sejumlah kios – kios maupun grosir yang menjual rokok ilegal. Dan terhitung Januari hingga Mei 2019 ini, pihaknya menemukan 42 pelanggaran.

“Begitu kita temukan rokok ilegal, maka langsung kita sita dan bagi penjualnya, kita beri pembinaan agar jangan menjual rokok bermasalah,”ungkapnya, Rabu (22/5/2019), di ruang kerjanya.

Terkait pelanggaran rokok, dijelaskannya, diantaranya, rokok polos, yaitu tidak ada pita cukainya, atau pita cukai yang bekas dipakai lagi. Dan termasuk peruntukkannya, “contohnya harusnya dua belas batang dalam satu kotak rokok, tapi dimuat dua puluh batang, sehingga terjadi indikasi penipuan,”jelasnya.

Ditegaskannya, bahwa umumnya rokok ilegal tersebut datang dari luar Sumatera Utara, sehingga pihaknya (Bea dan Cukai,red) masih kesulitan mengungkap distributornya, bahkan pabriknya. Dan adanya peredaran rokok ilegal itu, diakuinya, jelas – jelas sangat merugikan perusahaan rokok, yang membayar pajak dengan baik, seperti PT STTC.

Dan bicara daerah yang rawan mengedarkan rokok ilegal, diberitahukannya, yaitu Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun.

Terkait jenis rokok yang sering terjaring operasi, kata Fajar Patriawan, pihaknya paling banyak menyita rokok Luffman (sigaret putih mesin), yaitu ada sebanyak 101.360 batang dengan kerugian Negara sebesar Rp73.946.625.  

Dan sesuai data yang diberikan pihak Bea dan Cukai, ada beberapa merk rokok lainnya yang disita hasil operasi, seperti Maxx, Nidji, Fel Super, Sakura, Bintang, Garden, SM King, Bravo, Ronas, SM King dan Victory.     

Penulis: tim. Editor: gun.