HETANEWS

Polisi Kejar-kejaran Dengan Rombongan Terduga Teroris, Dicegat Saat Hendak Ikut Aksi 22 Mei

Petugas mengamankan lima orang terduga teroris di Malangbong, Garut

Bogor, hetanews.com - Rombongan terduga teroris yang hendak ikut aksi 22 Mei di Jakarta berhasil diamankan polisi di kawasan Garut, Jawa Barat.

Bahkan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dan terduga teroris yang menggunakan kendaaraan itu.

Namun, polisi pun berhasil menghentikan rombongan terduga teroris itu disekitar tanjakan Malangbong, Kabupaten Garut pada Selasa (21/5/2019).

Dalam mobil tersebut, berisi 5 orang terduga teroris yang saat ini telah berhasil diamankan petugas. Seperti diketahui, belum lama ini juga Densus 88 melakukan penangkapan kepada sejumlah terduga teroris termasuk di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Terduga teroris yang berhasil ditangkap, diduga akan melakukan aksi pada tanggal 22 Mei di Jakarta. Dua terduga teroris berinisial E alias Pak Jenggot (51) dan anak buahnya S (27) ditangkpa diwilayah Kabupaten Bogor dari jaringan Fikih Abu Hamsah.

Dua tersangka ini diamankan Densus 88 yang berpakaian preman pada Jumat (17/5/2019) di tempat berbeda, yakni di Cibinong dan Ciomas.

Terkait 5 terduga teroris yang ditangkap di kawasan Garut, polisi awalnya curiga melihat satu unit mobil yang tiba-tiba putar arah ketika petugas tengah melakukan pengamanan jalur di Malangbong, Selasa (21/5/2019)

Barang bukti yang diamankan polisi dari rumah terduga teroris di Cibinong Kabupaten Bogor
Barang bukti yang diamankan polisi dari rumah terduga teroris di Cibinong Kabupaten Bogor (Dokumentasi Humas Polres Bogor)

Berawal dari kecurigaan itu, polisi pun langsung mengejar mobil yang berusaha menghindari petugas itu.

"Ada mobil dari arah Tasikmalaya ke Garut putar balik lagi. Anggota curiga lalu mengejar mobil tersebut," ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Selasa (21/5/2019) dikutip tribunnewsBogor,com dari Tribun jabar.

Penangkapan tersebut dilakukan tim dari Polres Garut, Brimob, dan Kodim 0611 Garut yang sedang menggelar operasi. Anggota merasa curiga karena mobil tersebut tak mau menghampiri petugas.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara kendaraan petugas dan mobil yang berisi rombongan terduga teroris. "Kami berhasil mengejar mobil tersebut. Lalu bisa diamankan di sekitar tanjakan Malangbong arah Gentong," katanya.

Petugas lalu memeriksa para penumpang dan memeriksa isi di dalam mobil. Hasil pemeriksaan, kelima orang tersebut merupakan jaringan teroris yang bergerak dari Ciamis.

Menurutnya, mereka (terduga teroris) akan bergerak menuju ke Jakarta untuk ikut aksi 22 mei. "Tujuannya mau ke Jakarta. Mereka mau ikut aksi tanggal 22 Mei," ucapnya.

Budi mengaku belum bisa memberi keterangan lebih lanjut terkait penanganan kelima terduga teroris itu. Menurutnya, saat ini kelima terduga teroris itu telah dibawa aparat gabungan untuk diperiksa. "Ada yang khusus menangani mereka. Kami hanya bertugas melakukan pengamanan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, bahwa ISIS secara internasional sudah memerintahkan untuk melakukan serangkaian aksi teror terlebih bulan Ramadhan menjadi momen khusus bagi mereka.

Di Indonesia, lanjut dia, ada 2 yang menjadi target yaitu sasaran thogut yakni kepolisian yang bisa dilakukan kapan saja dan sasaran aksi tanggal 22 mei di depan KPU RI.

"Bulan puasa merupakan suatu momentum bagi mereka untuk melakukan jihadnya, amaliahnya. Pas bulan puasa ini kebetulan ada momentum besar, momentum nasional, yaitu tanggal 22 Mei akan diumumkan secara nasional hasil penghitungan suara. Momentum itu dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok terorisme untuk menunjukan eksistensinya di internasional bahwa mereka itu ada, mereka itu masih eksis," terang Dedi di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5/2019).

Karopemnas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Karopemnas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Jenderal bintang satu ini juga mengatakan Densus 88 sejak Januari 2019 sudah menangkap 70 terduga teroris termasuk penangkapan dua terduga teroris di Bogor.

Bahkan selama bulan Mei 2019 ini, kata Dedi, Densus berhasil mengamankan 31 orang tersangka teroris.

"Sampai saat ini berarti sudah 31 ya, selama bulan Mei 2019, 31 teroris. Tambah dua (tersangka) ini dari bulan Januari (2019) sudah sampai 70 tersangka teroris yang diamankan, terakhir yang 2 ini," kata Dedi dalam jumpa pers di Cibinong, Sabtu (18/5/2019).

Ia menjelaskan bahwa dari 70 tersangka teroris ini 8 tersangka diantaranya melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

"8 diantaranya dilakukan penegakan hukum karena melakukan perlawanan, meninggal dunia," ungkapnya.(*)

sumber: tribunnews,com

Editor: sella.