HETANEWS

Atlet Disabilitas Cabor Angkat Berat Temui Kapolres, Ini Harapannya

Obern Sianipar (mengenakan rompi), atlet disabilitas berprestasi, peraih juara di Pekan Paralimpik Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Utara, ketika audiensi dengan Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, Selasa (21/5/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Atlet berprestasi peraih juara di Pekan Paralimpik Indonesia, tingkat Provinsi Sumatera Utara, audiensi dengan Polres, Pemerintah Kota serta KONI Siantar, Selasa (21/5/2019).

Obern Sianipar, atlet disabilitas cabang olahraga (Cabor) angkat berat kelas 97 kilogram asal Kota Siantar ini, ingin kaki palsu yang baru dan kaki palsu yang dimilikinya saat ini membuat kakinya terasa sakit.

Bahkan, kaki palsu yang sudah lama dipakai ini membuat kakinya berdenyut.

"Tidak nyaman dipakai. Untuk berjalan saja susah dan terasa mendenyut. Karena menghormati Kapolres, saya gunakan kaki palsu ini. Saya biasa pakai kursi roda. Ini untuk berjalan susah. Ini permohonan saya,"ujar Obern yang datang ke Polres Siantar dengan mengendarai motor yang dirakit khusus, didampingi pembinanya, Pdt Jonson Barus.

Kepada Pemko Siantar, Obern mengungkapkan, belum sempat membicarakan tentang kaki palsu yang diinginkannya tersebut.

"Beliau (Wali Kota Siantar, Hefriansayah) sibuk sekali. Ketika bertemu, saya bicara yang penting-penting saja," ucapnya seraya mengatakan, tempat berlatihnya di lapangan bola Farel Pasaribu Siantar.

Selain itu juga, atlet disabilitas ini, dipercaya membentuk National Paralympic Committe (NPC) Kota Siantar.

Ia mengungkapkan, sudah memiliki data kaum disabilitas di Siantar dan ada lebih dari 50 orang atlet disabilitas di Siantar.

"Akan ada 10 cabor yang akan diajarkan kepada atlet disabilitas. 10 cabang olahrga itu yakni, catur, angkat berat, badminton, tenis meja (kursi roda), balap kursi roda, bokiah (gangguan mental), renang, lari, lempar lembing, dan lempar cakram," ungkapnya seraya mengatakan, tidak hanya disabilitas saja. Tetapi juga ada cabang olahraga bagi siswa SLB (sekolah luar biasa) atau gangguan mental.

Penulis: hza. Editor: gun.