HETANEWS

Pernah Ditahan karena Narkoba, Pak Andre Divonis 7,5 Tahun Penjara Lagi

Terdakwa Syahdan Siahaan alias Pak Andre saat meninggalkan ruang sidang usai mendengar vonis, di PN Siantar. (Foto/Mar)

Siantar, hetanews.com - Syahdan Siahaan alias Pak Andre (54), divonis 7,5 tahun penjara dan denda yang sama, dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Vonis tersebut, dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin Fitra Dewi Nasution SH, dan didampingi dua hakim anggota, Fyhtta Imelda Sipayung SH dan Muhammad Nuzuli SH, di Ruang Sidang Candra PN Siantar, pada Selasa (21/5/2019).

Lynce Jernih M SH, menuntut Pak Andre selama 7 tahun 6 bulan denda Rp1 Milyar dengan subsider 6 bulan penjara.

Terdakwa yang merupakan warga jalan Viyata Yudha, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari ini, dipersalahkan jaksa, karena melanggar pasal 114 ayat (1) UU Nom. 35/2009 tentang Narkotika.

Terdakwa berhasil diringkus Polres Siantar, di jalan Viyata Yudha saat sedang berdiri di pinggir jalan, pada Selasa (27/11/2018) lalu. 

Pada saat dibekuk, dari tangan kanan terdakwa, terjatuh gulungan plastik warna hitam.

Kemudian saksi polisi, menyuruh terdakwa mengambil gulungan plastik warna hitam tersebut. Dan ketika dicek, ternyata didalamnya ditemukan 1 buah plastik klip berisi 4 paket narkotika jenis sabu, 1 buah plastik klip berisi 2 paket narkotika jenis sabu, 1 buah plastik klip berisi narkotika jenis ganja, 3 lembar kertas tik-tak dan 1 buah gulungan aluminium foil.

Para saksi juga melakukan penggeledahan ke rumah terdakwa, di Perumahan Karina, jalan Viyata Yudha dan menemukan 1 buah plastik warna merah jambu dan didalamnya ada plastik hitam berisi 1 buah mancis, 1 buah jarum sumbu, 2 bungkus plastik klip, 1 buah plastik klip berisi narkotika jenis ganja, 1 buah plastik klip berisi 10 lembar kertas tik-tak  dari garasi rumah di bawah rak sepatu dan dari ruang tamu ditemukan 1 unit HP merk Samsung.

Terdakwa yang sudah pernah juga ditahan dengan kasus yang sama, mèngakui, bahwa terdakwa juga mengkonsumsi narkotika tersebut di tempat tinggalnya.

Terdakwa meminta majelis hakim, agar hukumannya diringankan dengan alasan menyesali perbuatannya.

Atas vonis tersebut, terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Erwin Purba SH, menyatakan pikir pikir dan persidangan dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: tim. Editor: gun.