HETANEWS

KPU Bantah Tudingan Prabowo Penetapan Rekapitulasi Suara Senyap-Senyap

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tiba untuk menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Jakarta

Jakarta, hetanews.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Ilham Saputra menepis tudingan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut pihaknya telah menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 secara senyap. Ilham mengatakan hal itu sudah sesuai dengan undang-undang.

Ilham menjelaskan berdasar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 413 tentang Pemilu, disebutkan KPU dapat menetapkan hasil Pemilu secara nasional paling maksimal 35 hari setelah pemungutan. Sehingga, sejak hari pemungutan suara pada 17 April lalu maka KPU memiliki batas akhir untuk menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 pada 22 Mei.

"Tidak ada yang janggal. Ketentuan UU paling lambat 35 Hari. Jatuhnya tanggal 22 Mei. Tapi karena rekap Provinsi dan luar negeri sudah selesai, maka kami tuntaskan malam tadi. Dan dihadiri oleh para saksi dari pasangan capres maupun partai," kata Ilham saat dihubungi, Selasa (21/5/2019).

Sehingga, Ilham menilai apa yang ditudingkan Prabowo kepada KPU yang disebut telah menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 secara senyap-senyap dan janggal tidak benar.

"Tidak benar. Bahkan, saksi Gerindra dan BPN 02 mengikuti sampai akhir rekap," ujarnya.

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai pengumuman penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan KPU dilakukan dengan senyap-senyap. Prabowo menilai pengumuman dilakukan di waktu yang janggal.

“Senyap-senyap begitu. Bisa jadi orang yang lagi tidur atau belum tidur gitu?” kata Prabowo mengawali pidatonya di rumahnya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa siang.

sumber: suara.com

Editor: sella.