HETANEWS

Jaksa Ancam Residivis Pemilik Sabu & Ganja 8 Tahun

Terdakwa meninggalkan ruang siding. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Barry Sugiharto SH, menuntut terdakwa Dedi Pangeran Siregar alias Diduk (38), dengan pidana 8 tahun denda Rp 800 juta, subsider 3 bulan penjara, di PN Simalungun, Senin (20/5/2019).

Diduk dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 112 dan pasal 111 (1) UU RI no 35/2009 tentang Narkotika.

Warga Kampung Keling, Kelurahan Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar ini, memiliki sabu dan ganja ketika ditangkap Satnarkoba Polres Simalungun, pada Senin, 7 Januari 2019, lalu.

Diduk ditangkap saat melintas di jalan umum Kampung Tempel saat akan mengantar pesanan sabu.

Terdakwa sempat membuang kotak rokok lucky strike yang ternyata berisi 14 paket sabu dan ganja dari sakunya. Meski mencoba kabur dengan Yamaha Mio yang dikendarainya, terdakwa berhasil ditangkap.

Residivis yang sebelumnya sudah pernah dihukum 5 tahun ini, mengaku memperoleh sabu dari Dedi Batubara (DPO) untuk dijual dengan sistem laku bayar (LK). Sabu diantar Dedi ke rumah Diduk, sebanyak 1 gram dan dibagi menjadi 15 paket dengan harga Rp.100 ribu/paket.

Terdakwa mendapat keuntungan Rp 600 ribu dalam 1 gram, karena terdakwa hanya menyetor Rp.900 ribu kepada Dedi. Didampingi pengacara dari Posbakum PN Simalungun, Sintong Sihombing SH, terdakwa mohon keringanan hukuman dari majelis hakim.

Novarina Manurung SH (hakim ketua) didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting SH dan Hendrawan Nainggolan SH, menunda persidangan sepekan untuk putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.