HETANEWS

Himapsi Dukung Pilkada Siantar Tahun 2020

Siantar, hetanews.com - Jadwal Pilkada Kota Siantar sampai saat ini masih belum ada kejelasan. KPU Siantar menerima surat dari KPU RI untuk segara melakukan kordinasi dengan Pemko Siantar, dalam rangka penyusunan perencanaan dan penganggaran Pilkada serentak Tahun 2020.

Sementara itu, Pemko Siantar melayangkan surat ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memperjelas pelaksanaan Pilkada serentak tersebut, dan kemudian surat tersebut dibalas melalui Direktur Jendral Otonomi Daerah. Dari surat balasan tersebut menyebutkan, Pilkada Kota Siantar berlangsung Tahun 2024.

Menyikapi hal tersebut, DPC Himapsi Kota Siantar,  melakukan kajian. Hasilnya, Himapsi menyatakan sikap untuk mendukung pelaksanaan Pilkada digelar pada 2020 mendatang.

Ketua DPC Himapsi Siantar, Jonli Simarmata, melalui Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Nico Natanael Sinaga berpendapat, alasan menyatakan sikap untuk dukungan tersebut, mengingat jadwal Pilkada, periode sebelumnya di Kota Siantar adalah pada tahun 2015 yang lalu.

Meskipun terjadi penundaan sampai akhirnya Wali Kota terpilih dilantik pada tahun 2017, lalu. Namun, kata Nico, tetap saja sejatinya Pilkada serentak di Kota Siantar lebih fair, apabila dilaksanakan di tahun 2020.

Selanjutnya, kata Nico menambahkan, apabila Pilkada berlangsung di 2024, sementara jabatan Wali Kota Siantar berakhir di tahun 2022, maka secara otomatis akan diangkat Pejabat Sementara (Pjs) dan atau Pelaksana Tugas (Plt), yang masa jabatannya akan mencapai selama 2 tahun.

"Hal ini tentu akan menjadi kerugian bagi masyarakat Kota Siantar karena akan dipimpin oleh Pjs atau Plt. Kita sudah sama sama mengetahui bahwa kewenangan Pjs atau Plt terbatas," ucapnya.

"Contoh saja, pada tahun 2015 sampai tahun 2017 lalu, Kota Siantar dipimpin oleh Pjs. Saat itu tidak ada kebijakan Wali Kota yang signifikan. ASN juga banyak yang membangkang terhadap kepemimpinan Pjs," kata dia menambahkan, Senin (20/5/2019).

Pilkada serentak Tahun 2020, lanju Nico, muncul juga aspirasi atau pendapat dari  warga Siantar yang menginginkan agar Pilkada Kota Siantar dilaksanakan di tahun 2020.

Ia menyebutkan, hampir tidak ada warga Siantar yang setuju Pilkada digelar ditahun 2024. Sebaliknya, warga Kota Siantar menginginkan di tahun 2020.

"Oleh karena itu, melalui rapat kordinasi di internal DPC Himapsi Siantar, dalam waktu dekat, kami akan menyurati Kemendagri dan KPU-RI tentang pelaksanaan Pilkada di Kota Siantar. Kita minta dilaksanakan di 2020," pungkas Nico Sinaga mengakhiri.

Sebelumnya, KPU Siantar menerima Surat Edaran KPU RI tersebut Nomor: 408/PP.01.3-SD/01/KPU/III/2019, tertanggal 13 Maret 2019.

Surat tersebut meminta KPU Siantar untuk segara melakukan kordinasi dengan Pemko Siantar dalam rangka penyusunan perencanaan dan penganggaran Pilkada serentak Tahun 2020.

Kota Siantar adalah salah satu dari 23 daerah di Provinsi Sumatera Utara yang ikut Pilkada serentak Tahun 2020. Secara keseluruhan tercatat 270 daerah di Indonesia yang mengikuti Pilkada serentak.

Ada beberapa daerah lain diantaranya, Kabupaten Simalungun, Samosir, Toba Samosir, Labuhan Batu, Karo, Asahan, Serdang Bedagai, Medan, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Sibolga, Tanjung Balai dan Kota Binjai.

Penulis: gee. Editor: gun.