HETANEWS

Oknum Kasir PDAM Tirta Lihou Dituntut 3 Tahun & Denda di PN Tipikor Medan

Simalungun, hetanews.com - Terbukti korupsi, terdakwa ES (41), oknum kasir kantor Unit PDAM Tirta Lihou Sinasih, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, dituntut 3 tahun denda Rp Rp 50 juta subsider 3 bulan, di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri Medan, Senin (20/5/2019).         

Tuntutan tersebut, dibacakan jaksa penuntut umum, Sari Ramadhani Lubis SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, di hadapan majels hakim,  yang diketuai Sri Wahyuni Batubara SH MH, dibantu panitera pengganti, Bambang Fajar SH MH dan terdakwa  didampingi pengacaranya.        

Jaksa mempersalahkan  terdakwa, melanggar pasal 11 huruf E UU No:20/2001 tentang Korupsi.      

Jaksa menyatakan, terdakwa ES ditangkap pihak Polres Simalungun terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti, uang Rp.11.200.000.

ES diduga telah  melakukan pungutan liar (Pungli) kepada warga yang melakukan pemasangan air ke rumah warga sebesar Rp.1.500.000 dari 17 pelanggan.        

Padahal, Perusahaan Air Minum Tirta Lihou sudah menerima Rp.6 Miliar dari PUPR untuk pemasangan instalasi air.

Dana hibah pemerintah pusat dan penyertaan modal dari Pemkab Simalungun untuk sambungan air ke rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Nagori Sinasih, Kecamatan Silau Kahean, sebanyak 34 KK.       

Pemasangan Sambungan Rumah (SR) telah mendapat subsidi 2 hingga Rp 3 juta. Akan tetapi oknum kasir tersebut tetap melakukan kutipan liar kepada 17 pelanggan.

Penulis: ay. Editor: gun.