HETANEWS

Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot Senilai Rp496 M di NTT

Suasana bendungan Rotiklot yang selesai dibangun di Nusa Tenggara Timur. (Yulius Satria Wijaya)

NTT, hetanews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Rotiklot, di Desa Fatuketi, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/5). Bendungan dibangun sejak akhir 2015 menggunakan sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp496,97 miliar.

Jokowi bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 08.38 WIB. Ia bersama rombongan tiba di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, NTT sekitar pukul 12.16 WITA.

Jokowi disambut Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan jajaran lain. Kemudian ia bersama rombongan langsung menaiki Pesawat CN-295 TNI AU menuju Kabupaten Belu.

Jokowi dan rombongan tiba di Bandara A. A. Beri Tallo, Kabupaten Belu, sekitar pukul 13.30 Wita.

Bendungan Rotiklot sudah mulai melakukan pengisian air sejak awal tahun 2019. Bendungan memiliki kapasitas tampung sekitar 3,2 juta meter kubik.

Mantan wali kota Solo itu pun disambut meriah masyarakat Kabupaten Belu yang menunggu di luar bandara. Mereka langsung mengabadikan Jokowi menggunakan kamera ponselnya masing-masing.

Bendungan Rotiklot bermanfaat bagi penyediaan air untuk lahan sawah seluas 139 hektare dan 500 hektare untuk tanaman palawija serta berfungsi sebagai pengendalian banjir di daerah hilir Ainiba.

Selain itu, juga mampu mensuplai air baku untuk masyarakat di sekitar Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter per detik.

Pembangunan Bendungan Rotiklot dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) dan PT Universal Suryaprima (KSO) dengan konsultan supervisi PT Indra Karya (Persero), PT Patria Jasa Nusaprakarsa dan PT Agra Pasca Rencana KSO.

Usai kegiatan di Kabupaten Belu, Jokowi beserta rombongan dijadwalkan langsung menuju Kota Kupang.

Turut mendampingi Jokowi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Ada pula Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Gregorius Mere, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.