HETANEWS

Wiwik Wulandari Sempat Minta Maaf karena Sering Mengejek Tapi Ald Bilang Terlambat Lalu Tikam Korban

Tersangka pelaku pembunuhan Wiwik Wulandari sudah diamankan di Mapolres Lubuklinggau. (ist)

Lubuklinggau, hetanews.com - Sebelum dibunuh, Wiwik Wulandari (14), siswi kelas 2 SMPN 4 Kota Lubuklinggau ternyata sempat meminta maaf kepada tersangka, Ald (16).

Namun, meski korban sudah meminta maaf, tersangka tetap tega menikam korban di bagian perutnya menggunakan pisau.

"Dia (korban) sudah ngomong minta maaf sama aku. Tapi aku bilang sudah terlambat," kata tersangka Ald di hadapan penyidik Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Setelah itu, Ald langsung menikam korban menggunakan pisau yang sudah dibawanya untuk menghabisi korban.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku menikam korban sebanyak dua kali.

Baca juga: Temuan Terbaru Polisi dari CCTV, Siswi SMP Tewas Mengenaskan 3 Tusukan di Perut, Kepsek Terkejut

Baca juga: Siswi SMP Dibunuh di Lubuklinggau, Dihabisi Saat Pulang Sekolah dan Dikenal Pendiam

Pengakuan tersangka, korban ditikam di bawah pepohonan di atas tebing tak jauh dari lokasi mayat ditemukan.

"Tersangka mengaku, korban sempat minta maaf, tapi dijawab oleh tersangka permintaan maaf itu sudah terlambat. Setelah itu korban ditikam dan lari ke bawah tebing, lalu dikejar oleh tersangka hingga sampai di dekat TKP korban ditemukan," kata AKBP Dwi Hartono.

Tersangka yang ditangkap Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 02.00 dinihari, masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Lubuklinggau.

"Baru bisa diperiksa hari ini, karena kemarin tersangka sempat sakit," kata kapolres.

Seperti diberitakan, seorang siswi kelas 2 SMP N 4 Kota Lubuklinggau, Wiwik Wulandari (14), ditemukan tewas oleh warga di sungai kecil di bawah jembatan titian kayu Jalan Mangga RT4 Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau, Jumat (17/5/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Warga Jalan Mahoni RT2 Blok B Perumnas Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau itu tewas dengan tiga luka tusukan di bagian perutnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, tersangkanya diduga adalah Ald (16) pelajar kelas 1 salah satu SMA di Lubuklinggau yang beralamat di Jalan Garuda Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau.

Sekitar 13 jam setelah kejadian, atau pada Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 02.00 dinihari tersangka berhasil ditangkap dan kini ditahan di Mapolres Lubuklinggau untuk menjalani proses hukum.

Sering Diejek

Tersangka pelaku pembunuhan Wiwik Wulandari (14) pelajar kelas 2 SMPN 4 Kota Lubuklinggau berhasil diamankan anggota gabungan Polsek Lubuklinggau Barat dan Satreskrim Polres Lubuklinggau, Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 02.00 dinihari.

Pelakunya adalah Ald (16) warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau.

Di hadapan petugas, tersangka pelaku yang merupakan pelajar kelas 1 salah satu SMA di Lubuklinggau ini mengaku tega membunuh korban karena dendam.

"Pelaku ini mengaku dendam karena sering diejek oleh korban. Sering dikata-katai banci, miskin dan lainnya. Karena dendam inilah maka pelaku kemudian melakukan tindakan tersebut," kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, saat rilis di Mapolres Lubuklinggau, Sabtu (18/5/2019).

Wiwik Wulandari (14), pelajar kelas 2 SMPN4 Kota Lubuklinggau ditemukan tewas pada Jumat (17/5/2019) di Jalan Mangga RT04 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau.

Tersangka pelaku pembunuhan berhasil ditangkap anggota Polsek Lubuklinggau Barat Polres Lubuklinggau.

Pelakunya adalah bocah berusia 16 tahun (sebelumnya disebut usia 14 tahun--red) berinisial Ald, warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau.

Pelaku masih tercatat sebagai pelajar kelas 1 di salah satu SMA di Lubuklingggau.

Tersangka yang diamankan Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 02.00 dinihari itu kini diamankan di Mapolres Lubuklinggau untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Tersangka pelaku sudah berhasil kita amankan dan saat ini sudah di Polres Lubuklinggau untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, Sabtu (18/5/2019).

Sepupu Korban

Teka-teki pembunuh Wiwik Wulandari (13), seorang pelajar SMP Negeri 4 Lubuklinggau yang tewas secara mengenaskan dengan kondisi tiga luka tusuk diperut, akhirnya terungkap.

Pembunuhnya diduga MAF, bocah berusia 16 tahun warga RT 01 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, yang tak lain sepupu korban.

Berdasarkan informasi dihimpun, MAF merupakan seorang pelajar yang tengah duduk di kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Lubuklinggau.

Dikutip dari laman Facebook Polsek Barat Kota Lubuklinggau, pelaku saat ini telah diamankan, namun pelaku langsung diserahkan ke Polres Lubuklinggau untuk pengembangan lebih lanjut.

"Mengingat pelaku masih di bawah umur (anak-anak). Pelaku dilimpahkan ke Polres Lubuklinggau ke Sat Reskrim untuk penyidikan lebih lanjut," tulis di acount Facebook Lubuklinggau Barat.

Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Suryadi saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, Wiwik Wulandari ditemukan tewas di parit Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Jumat (17/5/2019), sekitar pukul 13.10 WIB.

Wiwik Wulandari diduga menjadi korban pembunuhan. Diperutnya ditemukan bekas luka tusuk. Jasad Wiwik Wulandari sempat membuat heboh warga Lubuk Tanjung, Kota Lubuklinggau.

Isak tangis haru keluarga korban mulai pecah setelah pihak kepolisian dari Polres Lubuklinggau membuka kantong jenazah.

Wiwik Wulandari (13) seorang pelajar SMP Negeri 4 Lubuklinggau dan pembunuhnya yang juga saudara sepuopu korban
Wiwik Wulandari (13) seorang pelajar SMP Negeri 4 Lubuklinggau dan pembunuhnya yang juga saudara sepupu korban. (Ist)

Keluarga korban yang sejak siang melakukan pencarian langsung menangis setelah melihat wajah korban dan ternyata benar itu adalah keluarganya adik mereka Wiwik.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono didampingi Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Suryadi langsung meninjau lokasi penemuan mayat.

"Saya sudah melihat lokasi, kita lihat ada tiga tusukan dibagian perutnya," katanya.

Dwi mengungkapkan, anggotanya telah melakukan penyisiran dan informasi yang diterima dari hasil visum dokter dan laporan anggota di Rumah Sakit Sobirin mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

"Visumnya merupakan korban kekerasan, tapi korban seksual belum ada mengarah ke sana, anggota kita dari Reskrim dan Polsek sudah melakukan olah TKP dan Identifikasi," paparnya.

Waka Polres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain setelah menyambangi rumah duka mengatakan, saat ini polisi tengah bekerja.

Sudah ada titik terang dan orang dicurigai namun perlu alat bukti.

"Saat ini anggota sedang memeriksa CCTV dan mohon doanya semoga pelakunya cepat ditangkap," ungkapnya.

Ia menuturkan, saksi yang diperiksa saat ini orang yang pertama kali menemukan, lalu RT, kakaknya, satu lagi dari pihak keluarga kemudian satu lagi warga di dekat rumahnya.

"Murni pembunuhan karena ada tiga luka tusuk diperutnya, satu yang memang agak dalam tapi tidak tembus," terangnya.

Ketika disinggung mengenai dugaan ada barang yang hilang dari korban yakni Handphone (Hp), Zul menegaskan jika itu masih didalami oleh petugas yang melakukan penyidikan.

"Masih kita dalami apakah hilang atau tercecer atau diambil kita belum tahu karena masih dalam penyidikan petugas," ujarnya.

Orang Tua Terpukul

Tewasnya Wiwik Wulandari (13 tahun), pelajar SMP Negeri 4 Lubuklinggau membuat orang tuanya terpukul.

Bachtiar orang tua almarhum Wiwik meminta kepada pihak kepolisian agar secepat mungkin mengungkap siapa pembunuh anak putri kesayangannya.

"Kami sebagai orang tua yang bersangkutan meminta secepat mungkin, agar kalau sudah ketangkap agar dihukum seberat-berat mungkin," katanya.

Ia menuturkan, tidak ada firasat sama sekali sebelum kepergian anaknya itu. Ia berkomunikasi terakhir dengan almarhum Wiwik sepekan lalu saat menanyakan kabar keduanya.

"Seminggu lalu nelpon biasa, ngobrol menanyakan kesehatannya dan ayuknya," paparnya.

Pulang Pakai Ojek

Tewasnya Wiwik Wulandari (13 tahun), pelajar SMP Negeri 4 Lubuklinggau juga menimbulkan duka mendalam bagi teman-temannya.

Novi Harian (14 tahun), sahabat karib Wiwik saat disambangi di rumah duka Jalan Cianjur RT 07, Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II tampak berurai air mata.

Novi mengaku berpisah dengan Wiwik saat mereka pulang sekolah. Saat itu Novi lebih dahulu turun dari ojek karena rumah mereka agak berjauhan.

"Sekitar pukul 11.00 WIB kami pulang, saya lebih dahulu turun dari ojek kemudian baru Wiwik, rumah kami agak jauhan," katanya, Jumat (17/5/2019) malam.

Diceritakannya selama di sekolah keduanya sempat bercanda bermain seperti biasa. Memang selama ini Wiwik orangnya agak tertutup kepada orang lain tapi tidak dengan sahabat karibnya.

"Memang pendiam di sekolah, kalau sudah kenal idak, sering cerita-cerita bermain biasa di sekolah dengan saya, karena kami sama-sama kelas 8 H," paparnya.

Sebelum pisah sewaktu pulang sekolah, keduanya sempat bercanda. Saat itu Wiwik mencubit tangan sambil tersenyum.

Bahkan Wiwik sempat mengirim pesan via Facebook kepada Novi.

"Dia chat Vi? Kemudian saya balas, namun tidak ada balasan lagi dari dia (Wiwik)" katanya.

Novi mengaku, kepergian Wiwik dengan cara tragis membuatnya sangat terpukul, apalagi ada janji mereka berdua yang belum terlaksana hingga hari ini.

"Kami ada niat mau buka bersama, tapi belum ada waktu yang tepat, karena Wiwik takut dimarahi ayuknya kalau keluar sore hari," ujarnya.

Kirim Pesan

Wiwik Wulandari (13 tahun), pelajar SMP Negeri 4 Lubuklinggau tewas mengenaskan dengan kondisi tiga luka tusuk diperutnya.

keluarga sangat terpukul mengetahui bungsu dari enam bersaudara ini meninggal dunia.

Saat disambangi di rumah duka Jalan Cianjur RT 07, Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. kakak almarhum Teti Sutrisnawati (24 tahun), tampak terpukul.

Wiwik merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, sedangkan orang tuanya telah bercerai.

Selama ini ia hanya tinggal bersama kakaknya di Jalan Mahoni Blok B RT 05, Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Teti menuturkan tak menyangka jika adikya akan pergi secepat itu. Ia mengaku selama bulan Ramadan ini, adik kesayangannya itu selalu pulang siang hari.

"Teti mengaku tadi pagi berpisah dengan adiknya Wiwik sekiat pukul 07.15 WIB, sama-sama mengandarai ojek," ungkapnya, Jumat (17/5/2019) malam.

Kemudian Teti berangkat kerja di pabrik roti Pogo, sedangkan Wiwik berangkat ke sekolahnya. "Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB Wiwik mengirim pesan via facebook.

"Yuk? Kemudian baru saya balas pukul 12.00 WIB mengatakan ayuk hari ini pulang sore, kemudian setelah itu, chat tidak balas lagi," terangnya.

Kemudian sekitar pukul 16.30 WIB, ada keluarganya di Kelurahan Kayu Ara menyampaikan adiknya dibunuh. Keluarga mengetahui itu setelah melihat video yang beredar di facebook.

"Kemudian datang ke Rumah Sakit Sobirin, sampai di Sobirin pas melihat kantung mayat dibuka ternyata benar itu adik saya," ujarnya.

Teti menuturkan selama ini adiknya itu baik-baik saja. Tidak pernah adiknya mengeluh ada masalah apa pun, setiap kumpul keduanya jarang ngobrol.

Namun selalu bertanya kalau ada kebutuhannya yang kurang.

"Tiap malam biasa kami nonton dan main hp habis itu kami tidur, pagi dia berangkat sekolah saya kerja," paparnya.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.