HETANEWS

Sosok Lieus Sungkharisma: Pernah Dukung Jokowi, Jadi Jurkam Prabowo, Kini Tersangka Makar

Aktivis Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Senin (20/5/2019). (Fahdi Fahlev)

Jakarta, hetanews.com - Nama Lieus Sungkharisma menjadi pembicaraan. Lieus Sungkharisma kerap muncul saat aksi demontrasi bersama ormas Islam seperti FPI dan PA 212. 

Selain itu Lieus Sungkharisma kerap melontarkan kritik terhadap Jokowi dan Ahok. 

Padahal awalnya Lieus Sungkharisma adalah pendukung Joko Widodo pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, namun kemudian berbalik menjadi pendukung rivalnya Prabowo pada Pilpres 2019.

Hari ini, ia diamankan penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus makar. Lieus tiba di Polda Metro Jaya sekira pukul 10.10 WIB.

Dirinya tampak mengenakan borgol di kedua pergelangan tangannya. Lieus turun dari mobil berwarna hitam dengan dikawal polisi berpakaian preman.

Tiba di kantor polisi, Lieus tampil apa adanya dengan hanya memakai sandal, celana jins, dipadu kemeja garis-garis.

Seperti diketahui, Lieus dilaporkan oleh Eman Soleman yang merupakan seorang wiraswasta. Dia diduga menyebarkan hoaks dan berniat melakukan aksi makar.

Laporan dengan nomor LP/B/0441/V/2019/ BARESKRIM tersebut tertanggal 7 Mei 2019.

Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107.

Pada saat pemeriksaan pertama, Lieus tidak hadir karena masih mencari pengacara. Dia juga tak memenuhi panggilan kedua pada 17 Mei 2019 karena surat panggilan kedua tersebut belum ia terima.

Sosok Lieus 

Lieus Sungkharisma alias asli Li Xue Xiung, Kini ia berusia 60 tahun tepatnya lahir di Cianjur, Jawa Barat, 11 Oktober 1959.

Sederet organisasi yang diikuti Lieus Sungkharisma mulai menjabat sebagai Ketua Umum Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (PARTI), Wakil Bendahara Depinas SOKSI (Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) 1986 - 1991, Ketua di DPP AMPI (Angkatan Muda Pembaruan Indonesia) dan DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia).

Ia juga tercatat sebagai Ketua Umum Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabuddhi) tahun 1985, Ketua Perhimpunan Pengusaha Tionghoa DKI Jakarta dan Ketua Umum Multi Culture Society sekaligus Vice President The World Peace Committee.  

Lieus Sungkharisma pernah mendapat kritik dari Gus Nadir.

Gus Nadir menyebutkan melalui akun Twitter miliknya @na_dirs. Gus Nadir mengunggah tihga foto yang menunjukkan Lieus Sungkharisma sedang berfoto dalam acara Ijtimak Ulama III dan foto saat Lieus Sungkharisma sedang diwawancara mengenakan ikatan kepala bertuliskan kalimat tauhid berwarna hitam.

"Ini orang bela bendera HTI, klean percaya. Mimpin takbir di acara 02, klean ikuti dengan heroik. Sekarang ikutan pula Ijtima' Ulama, klean sami'na wa atha'na," kata Gus Nadir. 

Lieus Sungkarisma baru-baru ini dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan dugaan makar.

Aktivis Lieus Sungkarisma angkat bicara setelah resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan dugaan makar dan penyebaran berita bohong.

Hal itu disampaikan Lieus melalui kanal YouTube milik Anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Vasco Ruseimy di Macan Idealis, Kamis (9/5/2019).

Diketahui bahwa Lieus menyampaikan kritiknya soal adanya kecurangan dalam Pemilu 2019.

Di hadapan para pendukung Prabowo-Sandi, Lieus mengatakan bahwa pernyataannya soal pemilu curang telah dilaporkan ke pihak berwajib.

Menanggapi pelaporannya itu, dirinya menyatakan dengan tegas bahwa tidak takut atas pelaporan tersebut.

"Saya baru konferensi pers saja, kasih video sudah dilaporin makar," ujar Lieus.

"Dipikir kita takut."

"Enggak ada takut," sambungnya.

Dirinya beralasan, tidak takut dilaporkan karena merasa apa yang diucapakannya tidak salah.

Lieus mengatakan bahwa pernyataannya untuk membela kebenaran.

"Karena kita membela yang benar," papar Lieus.

"Yang kita lawan ini adalah kecurangan."

"Kalau presidennya hasil kecurangan, kita hidupnya susah dah."

"Lawan!" tambahnya yang diikuti oleh sejumlah pendukung Prabowo-Sandi.

Untuk itu dirinya menegaskan adanya kecurangan dalam pemilu perlu untuk dilawan.

"Jangan pernah takut, se-Indonesia hari Jumat kita nyatakan lawan pemilu curang," tandasnya.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.