HETANEWS

Diajak Saudara ke Kampung Sebelah, Fery Widyansyah Tewas Diamuk Warga

Jenazah Fery Widyansyah (16) dibawa ke ruang forensik Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih Kota Siantar, dengan mobil ambulans Polres Labuhanbatu, Jumat (17/5/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com- Jenazah Fery Widyansyah (16), pelajar SMA Negeri 2 Labuhanbatu, korban amukan massa, tiba di ruang forensik RSU Djasamen Saragih Siantar, dengan menumpangi mobil ambulans Polres Labuhanbatu, Jumat (17/5/2019) siang.

Remaja yang menetap di jalan Simpang Mangga bawah, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu ini, meninggal dunia, pasca kena amukan masda karena dituding mencuri seekor ayam.

Diruangan forensik RSUD Djasmen Saragih, jenazah Fery,  ditemani dua orang teman sepermainannya.

Lewat penuturan dari petugas otopsi, ada luka di bagian kepala bagian belakang  dan depan.

"Kabarnya yang kami ketahui, Fery dipukul pakai batu. Setelah pingsan, Fery tetap dipukuli juga," ujar Slamet Tanjung, teman korban.

Dikatakan Slamet lagi, sebelum tewas diamuk massa, Fery diajak saudaranya, Putera (27), pergi ke kampungan sebelah tempat mereka tinggal yang berlokasi di Jalan Padang Pasir, Kelurahan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, pada Kamis (16/5/2019) malam.

"Setelah sampai di kampung sebelah, Fery disuruh menunggu di atas sepeda motor. Tiba-tiba Putera dikejar warga, katanya ketahuan mencuri ayam warga," ujar Slamet.

Akibat amukan massa tersebut, Fery meninggal dunia. Sementara, Putera masih tertolong oleh petugas kepolisian yang datang.

"Putera sempat dirawat di rumah sakit dan sekarang sudah di rumahnya. Yang diambil cuma satu ayam. Kalau yang memukuli sudah ditangkap sama polisi," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.