HETANEWS

Membangun Pelayanan Inklusi bagi Difabel dan Lanjut Usia

Lokakarya Pelayanan Inklusi bagi Difabel dan Lanjut Usia (Lansia) yang digelar Huria Kristen Indonesia (HKI). (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Huria Kristen Indonesia (HKI) melalui Departemen Diakonia, menggelar lokakarya pelayanan inklusi bagi difabel dan lanjut usia (Lansia).

Kegiatan lokakarya ini, dilaksanakan dari tanggal 13-16 Mei 2019, di Kantor Pusat HKI, Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematangsiantar.

Ephorus HKI, Pdt M Pahala Hutabarat STh MM, didampingi Kadep Diakonia, Pdt Adventus Nadapdap STh mengatakan, lokakarya kali ini diharapkan dapat melahirkan rumusan panduan pelayanan untuk para difabel dan lansia di HKI yang bisa digunakan dalam seluruh aras pelayanan HKI.

Dalam realita sosial, penyandang disabilitas dan lanjut usia masih sering terabaikan dalam pemenuhan hak-haknya. Bisa dilihat masih banyak pembangunan fasilitas publik yang kurang memperhatikan kepentingan penyandang difabel dan lansia.

Bahkan dalam dunia kerja juga sering sekali penyandang difabel mengalami diskriminasi, akibat masih banyaknya instansi swasta maupun negara yang tidak mau mempekerjakan kaum difabel.

Sulitnya kaum difabel dalam mengakses haknya maka rentan mengalami kemiskinan. Demikian juga dengan kaum lansia, setelah memasuki masa pensiun tidak sedikit kaum lansia yang mengalami kemiskinan karena jaminan kesejahteraan pensiun yang masih sangat rendah, bahkan ada yang menjadi terlantar.

“HKI sendiri sebagai tubuh Kristus yang dipanggil memberitakan injil keseluruh mahluk juga masih banyak mengalami keterbatasan memahami secara teologis maupun praktis tentang panggilan pelayanan inklusinya kepada kaum difabel dan lansia.

Masih banyak pandangan warga gereja bahwa lansia dan difabel adalah orang yang lemah dan tak berdaya melakukan apa-apa sehingga mereka dijadikan objek berderma. Dalam hal fasilitas ibadah pun, masih sangat minim gereja yang memperhatikan kebutuhan lansia dan difabel,” jelas Pdt Adventus Nadapdap STh, disela-sela lokakarya.

Lanjut Pdt Adventus, pelayanan untuk kaum lansia dan difabel masih bersifat karitatif dan belum terorganisasi maupun berkelanjutan, masih sebatas pelayanan yang diinisasiasi di jemaat-jemaat lokal.

“Untuk itulah maka sangat dibutuhkan konstruksi teologi dan praksis pelayanan gereja yang inklusif di HKI untuk kaum difabel dan lansia. Kontruksi teologi dan praksis pelayanan gereja yang inklusif ini akan dirumuskan bersama oleh para pelaku diakonia di setiap daerah pelayanan HKI melalui lokakarya,” tandasnya.

Peserta yang ikut hadir dalam lokakarya ini diantaranya para Phareses, Kabid Diakonia daerah, perwakilan Bibelvrow, Diakones, lembaga pelayanan disabilitas dan lansia, perwakilan warga jemaat yang lansia dan difabel.

Ibadah pembukaan lokakarya dipimpin langsung Ephorus HKI, Pdt M Pahala Hutabarat STh MM. Pada lokakarya ini juga digelar kajian theologia dan sharing program dan kajian  dari Hefata, RBM GKPS, PPOS GBKP.

Ephorus Emiritus HKI, Pdt Langsung Sitorus STh dilanjutkan Sekjen HKI Pdt Dr Batara Sihombing MTh, membawakan materi kajian teologia ‘Menjadi Gereja Inklusi: Panggilan Pelayan Bagi Pelayan Difabel dan Lansia’

Sementara Perwakilan Center for Disaster Risk Management and Community Development Studies (CDRM&CDS) membawakan materi ‘Bagaimana memberdayakan penyandang difabel dan lansia’.

Dilanjutkan dengan legalitas formal tentang inklusi penyandang difabel dan lansia (nasional dan internasional). Di akhir materi ada pengenalan klasifikasi penyandang difabel, pendataan dan pengelolaan data base penyandang difabel dan lansia.

Penulis: gee. Editor: gun.