HETANEWS

Seorang PRT di Bali Disiram Air Panas Oleh Majikannya Karen Hal Sepele

Bali, hetanews.com - Warga asal Jember berinisial EF (21) yang menjadi Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Gianyar Bali mendapatkan penganiayaan dari sang majikan bernama Desak Made Wiratningsih.

Badan PRT bernama EF ini melepuh karena disiram air panas oleh sang majikan dan teman-temannya atas suruhan majikan.

Sebanyak 2 panci air panas dihabiskan untuk menyiram tubuh PRT bernama EF tersebut.

Hal tersebut bermula saat EF pada Rabu (7/5/2019) diminta untuk mencari gunting seharga Rp 88 ribu yang hilang saat itu.

Namun saat itu EF tidak menemukan gunting tersebut, sehingga pada Kamis (8/5/2019) ia diminta untuk kembali mencari.

Saat diminta kembali mencari, EF juga sudah diancam oleh Wiratningsih agar segera menemukannya karena jika tidak ia akan disiram air panas.

Gunting tersebut tak kunjung ketemu.

"Sudah dicari namun tidak ketemu, kemudian sekitar pukul 12.30 Wita majikan korban menyuruh Santi Tunu Astuti merebus air sebanyak dua panci," kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, Kamis (16/5/2019).

Diketahui, Santi Tunu Astuti merupakan adik tiri korban yang juga bekerja sebagai pengasuh anak.

Setelahnya, EF diminta Wiratningsih untuk menuju ke kamarnya. Di sana sudah menunggu juga Santi Tunu dan anak pelaku Kadek Erik Diantara.

"Selanjutnya majikan korban langsung mengambil air panas dengan menggunakan gelas dan menyiram air panas ke tubuh korban sebanyak satu kali dari atas kepala dengan perlahan-lahan," terang Hengky.

Wiratningsih lalu menyuruh Kadek Dinatara dan Santi Tunu untuk menyiram air panas tersebut ke tubuh EF secara bergantian.

Mereka berdua diminta menyiram dengan menggunakan gelas hingga air dua panci tersebut habis.

"Korban sempat berteriak 'aduh panas panas', tapi mereka tidak peduli," ucap Hengky.

Setelah penyiraman tersebut, EF lalu melarikan diri dengan cara melompat dari tembok merajan pura.

Ia lalu menuju ke sebuah warung yang berada tak jauh dari rumahnya.

"Sekitar pukul 08.30 Wita, majikan korban sedang tidur di lantai atas, korban kemudian loncat dari tembok merajan pura ke luar rumah dan lari menuju warung di dekat sana," terang Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, Kamis (16/5/2019).

Pada pemilik warung, EF diberi makan dan uang Rp 5 ribu serta diantar ke Pos Polisi terdekat dan minta diantar ke saudaranya di Nusa Dua.

Ia lalu melaporkan kejadian tersebut pada pihak Polda Bali. EF juga telah memiliki pengacara untuk mendampinginya dalam kasus ini.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.