HETANEWS

Penembakan Christchurch Selandia Baru Diangkat Jadi Film

Peristiwa penembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, bakal diangkat menjadi sebuah film bertajuk 'Hello Brother'. (foto/Martin Hunter)

Selandia Baru, hetanews.com - Peristiwa penembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, bakal diangkat menjadi sebuah film bertajuk 'Hello Brother'. Kabar tersebut diumumkan di sela acara Festival Film Cannes 2019, Rabu (15/5), waktu setempat. 

Film tersebut akan dibuat oleh produser asal Mesir, Moez Masoud. Hello Brother disebut Masoud akan mengisahkan sebuah keluarga yang terbang dari Afghanistan ke Christchurch untuk menyelamatkan diri namun justru terjebak dalam insiden memilukan itu.

"Di Christchurch, pada 15 Maret, dunia menyaksikan sebuah kejahatan tak terucapkan atas kemanusiaan," kata Masoud kepada Variety. 

Masoud mengatakan timnya kini sedang berada di Selandia Baru untuk bertemu dengan keluarga korban dan penyintas insiden tersebut.

Judul film ini diambil berdasarkan ucapan seorang jemaat sepuh asal Afghanistan yang menyambut pelaku penembakan massal di pintu masjid Al Noor, Christchurch.

"Kisah yang Hello Brother akan bawa kepada penonton hanyalah satu langkah dalam proses penyembuhan sehingga kita semua bisa memahami lebih baik satu sama lain, dan akar masalah dari terorisme, supremasi, rasisme, dan kebencian," katanya.

Jemaat pria itu diketahui tewas ditembak. Namun ucapannya dikutip seluruh dunia untuk menyerukan perlawanan terhadap aksi kebencian.

Kabar dari kegiatan produksi diumumkan di hari kedua Festival Film Cannes, dua bulan setelah kejadian mengerikan tersebut terjadi.

Asosiasi Muslim Canterbury yang berdomisili di Christchurch pun membuka suara atas kabar tersebut. Ormas perwakilan muslim di negara tersebut mengaku belum dihubungi terkait proyek film itu.

"Kami belum mendapatkan pengajuan tentang ini ataupun persetujuan terkait proyek tersebut," kata lembaga itu meskipun mengakui seorang pria diketahui datang ke masjid Al Noor dan secara samar membahas soal film kejadian tersebut.

"Kami tidak dapat menghentikan proyek semacam itu bila para sineas berkeinginan untuk membuatnya, namun Asosiasi Muslim Canterbury menghargai kehormatan dan privasi komunitas kami dan martabat mereka yang hidup sebagai yang terutama," lanjut pernyataan tersebut.

Film 'Hello Brother' yang mengisahkan insiden penembakan massal Christchurch itu akan turut ditulis oleh Masoud dan bakal dikerjakan oleh perusahaannya, Acamedia Pictures.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.