HETANEWS

Pemilik dan Penjual Sabu Dibui 4 & 7 Tahun di PN Simalungun

Ramdhoni dan Saiman (kanan) disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa M Ramdhony Khoiri Daulay alias Doni (26), warga jalan Nagahuta Simpang Kantor, dibui 4 tahun, denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara. 

Sedangkan terdakwa Saiman alias Belong (43), warga Kampung Banjar Kota Siantar, dibui 7 tahun, denda Rp.1 Milyar subsider 3 bulan penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.           

Demikian putusan majelis hakim, Roziyanti SH bersama dua hakim anggota, Nasfi Firdaus SH MH dan Justiar Ronald SH yang dibacakan dalam persidangan, Rabu (15/5/2019).

Hakim sependapat dengan Jaksa Nova Miranda SH yang menyebutkan, terdakwa Ramdhoni bersalah melanggar pasal 112. Sedangkan Saiman melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35 tentang narkotika. Hanya saja, vonis Saiman diringankan 1 tahun dari tuntutan pidana jaksa.             

Sesuai fakta hukum yang terungkap di persidangan, personil Satnarkoba Polres Simalungun, saksi Efraim Purba dan A Tampubolon, lebih dulu menangkap Ramdhoni,  di jalan Asahan simpang jalan BAS, saat menunggu temannya, Poltak Saragih (DPO), pada Selasa, 9 Nopember 2018, lalu.

Dari terdakwa Doni, polisi menyita sepaket sabu yang dibungkus dengan uang pecahan Rp.5000. Barang bukti itu, disebut Doni adalah milik Poltak yang dibeli dari seseorang, di Kampung Banjar, dekat Kuburan China.           

Doni tidak tahu namanya, tapi mengenal orang yang menjual sabu itu kepada Poltak. Lalu polisi membawa Doni keliling lokasi transaksi, di jalan Ade Irma Siantar, hingga berhasil menangkap terdakwa Saiman yang sedang duduk-duduk.          

Awalnya, Saiman, warga jalan Serdang Kota Siantar ini, membantah, karena tidak ada  ditemukan barang bukti sabu atau hanya sebuah ponsel dan uang Rp.150 ribu sebagai hasil penjualan sabu. Tapi setelah dipertemukan dengan Doni, Saiman pun tak bisa mengelak lagi.

          

Penulis: ay. Editor: gun.