HETANEWS

Tokoh Agama Apresiasi Kinerja KPU Tanjungbalai, Pelaksanaan Pemilu Berjalan Damai, Jujur, Adil, Demokrasi dan Transparan

Ketua Forum Umat Islam Kota Tanjungbalai, Ustad Indra Syah (kiri) dan Pimpinan Pesantren Al Wasliyah Tanjungbalai, Ustad Buya Gustami. (Foto/Ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com – Kalangan masyarakat tampaknya sudah tidak sabar lagi menunggu hasil akhir Pemilu serentak yang akan diumumkan oleh KPU RI, pada 22 Mei 2019 mendatang.

Hal itu terlihat, di tengah masyarakat masih saja ditemui pro dan kontra, apalagi antara pendukung calon presiden dan wakil presiden.

Dan bahkan, oknum – oknum tidak bertanggung jawab sengaja menyebar berita hoax atau berita bohong, dan bahkan berbau makar, hingga akhirnya ditindak oleh pihak Kepolisian.

Menanggapi hal itu, beberapa tokoh agama dan masyarakat di kota Tanjungbalai, Sumut, angkat bicara.

Ustad Indra Syah dari Forum Umat Islam Kota Tanjungbalai (FUI) saat diminta tanggapannya, memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang ikut mensukseskan jalannya Pemilu 2019, khususnya di kota Tanjungbalai.

Bahkan, data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungbalai, partisipasi warga yang menggunakan hak pilihnya meningkat dibandung Pemilu sebelumnya, yaitu mencapai 78 persen.

Dan tak kalah penting, Pemilu serentak 2019 di Tanjungbalai, berjalan dengan demokratis, jujur dan adil (Jurdil), serta tranparan, ucap Ustad Indra Syah, Rabu (15/5/2019).

"Kondisi keamanan juga kondusif dan damai, sampai penuntasan rapat pleno rekapitulasi suara di tingkat kota atas pengamanan dari Polri dan TNI,"ungkapnya.

Ketua Forum Umat Islam Kota Tanjungbalai ini, mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah mengamankan Pemilu 2019, sehingga  berjalan dengan lancar dan sukses.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga dapat mengganggu keamanan dan ketertiban Negara,"ujarnya.

Dia juga menghimbau masyarakat, agar bersama - sama merekatkan kembali persatuan dan kesatuan yang ada di kota Tanjungbalai. Dan mari kita menunggu hasil resmi dari KPU RI pada 22 Mei 2019 nanti, katanya.

Apabila terdapat pihak yang tidak berpuas hati atas hasil Pemilu yang nantinya diumumkan oleh KPU,  ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh, seperti pengadilan dan bila ada menemukan kecurangan di dalam tubuh penyelenggara Pemilu maka dapat diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP, ungkapnya.

Sementara itu, Ustad Buya Gustami, pimpinan Pesantren Al Wasliyah Tanjungbalai, juga menilai pelaksaan Pemilu 2019 yang dilaksanakan oleh KPUD Tanjungbalai, berjalan dengan baik dan jurdil.

Siapa pun yang ditetapkan oleh KPU, baik calon legislatif  kota, provinsi dan pusat maupun presiden dan wakil presiden, marilah kita hormati dan terima dengan lapang  dada. Dan mudah - mudahan Indonesia damai selalu, ujar Ustad Buya Gustami yang juga Ketua DPD Al-washliyah Kota Tanjungbalai.

Dikatakan Ustad Gustami, bahwa segenap elemen harus segera bersatu dan fokus membangun Kota Tanjungbalai, usai Pemilu serta tetap menghormati hasil resmi perhitungan dari KPU.

Dirinya meminta masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan ingin membuat suasana tidak kondusif.

"Pasca pemilu, semua masyarakat perlu berdoa bersama dan tidak melakukan hal yang dapat merugikan atau menciderai demokrasi. Semua harus menunggu dan mengawal bersama pleno perhitungan suara nasional yang dilaksanakan KPU, “ucapnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.