HETANEWS

Ini Kata PLN Doloksanggul Terkait Pembongkaran Meteran Pelanggan di Pakkat

Kantor PLN Doloksanggul. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Aksi pembongkaran meteran milik pelanggan PLN atas nama Rusli Siagian, di Dusun Sidulang, Desa Rura Aeksopang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), sampai saat ini masih menimbulkan sejumlah tanda Tanya, di kalangan masyarakat setempat.

Seperti dihimpun dari keterangan Mochtar Naibaho, selaku anak dari pelanggan tersebut, bahwa sikap dari petugas PLN itu dinilai tak beretika, lantaran membongkar meteran tanpa ada aba-aba terlebih dahulu.

Ironisnya, pihak  PLN juga menyuruh pelanggan agar membayar sejumlah tagihan denda. Padahal, Mochtar mengaku,  tagihan listrik milik orang tuanya selalu dibayar setiap bulannya.

Baca juga: Didampingi Polisi, PLN Doloksanggul Bongkar Meteran Warga di Pakkat

Kepada wartawan, Rabu (15/5/2019), Manager PLN Doloksanggul, Holmes Hutapea mengaku, kalau pihaknya sudah bekerja sesuai yang terbaik. Ia juga menjelaskan, proses pembongkaran meteran di Pakkat tersebut dilakukan saat pelaksanaan Pekerjaan Pelaksanaan P2TL (Penertiban Pemakaian Penertiban Tenaga Listrik).

Meteran itu dibongkar, lantaran menurut PLN, sudah ada masalah pada putarannya. Meteran milik  Rusli Siagian, diketahui berputar ke arah kiri, padahal normalnya harus berputar ke kanan. Namun Holmes tak menjelaskan lebih rinci, mengapa kesalahan pada meteran tersebut malah dibebankan  kepada pelanggan.

"Meteran milik pelanggan (Rusli Siagian) memang sudah dalam target operasi. Meteran itu ada masalah di wiringnya. Dalam pelaksanaan P2TL kami didampingi polisi,"kata Holmes.

"Sebenarnya masalah itu sudah selesai, tagihan susulan sudah dibayar pelanggan,"lanjutnya.

Tapi sayang, Holmes Hutapea tidak menjelaskan, mengapa wiring dari meteran tersebut bisa bermasalah. Ia juga tak memberitahu, apa dasar PLN untuk menyuruh pelanggan, saat pembongkaran, membayar denda sebanyak Rp 6 Juta.

Yang lebih ironis, sampai saat ini, menurut pengakuan Mochtar Naibaho, ibunya selaku pelanggan tak mengetahui secara objektif permasalahan yang menimpa meterannya. 

"Bagaimana itu (kesalahan/kerusakan) terjadi, orang tua dan keluarga saya tidak tahu. Pasalnya, kami tidak pernah menyentuh meteran tersebut,"kata Mochtar.

"Pagi ini, PLN Pakkat memasang meteran baru. Kami membayar Rp 4.080.000,- . Orang tua saya mengaku tidak tahu-menahu, yang penting baginya lampu menyala,"sambung Muchtar.

Penulis: rachmat. Editor: gun.