HETANEWS

Anak Usia Dini Diajari Berpuasa Sambil Menghafal Alquran dan Memanah

Salah seorang pengajar sedang memberikan bimbingan kepada anak-anak didiknya. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Di era globalisasi yang serba canggih ini,  banyak kita temui Rumah Qur'an yang mengajarkan cara  menghafal Alquran,  salah satunya adalah Qur'an Alfautha yang terletak di jalan Simpang Empat,  Kecamatan Simpang Empat,  Kabupaten Asahan.

Ada yang sedikit istimewa di Rumah Qur'an ini, yakni anak didiknya rata-rata masih usia dini, yakni berumur 5 tahun hingga 12 tahun,  Selain itu, Rumah Qur'an ini hanya aktif selama bulan Ramadhan saja dan sudah berdiri sejak 3 tahun lalu.

Selain diajarkan cara menghafal Alquran, anak - anak disini juga diajarkan olahraga, yakni tenis meja dan memanah.

Berdirinya  Rumah Qur'an Alfautha ini, menurut Afrina Dewi, bermula pada keinginan anaknya yang ingin menghafal Alquran,  namun tidak mau di karantina (pesantren.

Nah, dari situlah dirinya berinisiatif membuka rumah Quran ini dengan memanggil Hafidzah Qur'an untuk mengajari anaknya menghafal Alquran, ujar Afrina Dewi saat Hetanews.com, menyambangi Rumah Quran Alfautha,  Selasa (14/5/2019), lalu.

Bukan hanya anak-anak nya yang belajar di rumah Quran ini,  namun juga anak-anak dari desa lain juga ikut belajar. Program yang diajarkan juga cukup ringkas dan mudah serta disukai oleh anak-anak.

Untuk menghafal Alquran, Afrina meminta bantuan kepada teman-temannya sesama di kelompok  PPA (Pola Pertolongan Allah).

Salah satu pendidik nya adalah Yasmin yang masih berusia 18 tahun, namun telah Hafidzah 30 juz.

Anak-anak didik diajarkan cara memanah. (foto/ferry)

Ia telah belajar menghafal Alquran dari beberapa tempat, diantaranya pernah belajar di Karantina Darul Hasanah, Bogor.

Ditempat ini, dirinya telah berhasil menghafal sepuluh Juz dalam masa sebulan dan selebihnya belajar di Pondok Pesantren Al mukhlisin Tanjung Morawa,  Deli Serdang hingga lulus 30 juz.

Menurut Afrina,  di rumah Quran ini dirinya menerapkan sistem menghafal surah-surah pendek bagi anak-anak didiknya  dengan target yang harus di tempuh.

Anak usia dini pada hakikatnya belum mampu membaca ayat Al-qur’an. Namun bagaimana cara mereka menghafal ayat-ayat tersebut?

Menurutnya  anak usia dini berada dalam tahap meniru. Dia akan meniru apa yang diucapkan oleh guru maupun orangtua. Dengan di bacakan ayat Al-qur’an secara terus-menerus maka anak-anak  akan refleks menyimpannya ke dalam memorinya.

Point terpenting dalam metode menghafal adalah pengulangan.  Dengan pembiasaan pengulangan yang di lakukan secara intensif, anak-anak  akan mudah menghafal surah-surah pendek dalam Al-qur’an dan akan tersimpan dalam memori jangka panjang (long term memory).

Dalam mendidik anak-anak ini,  Rumah Quran Alfautha tidak mengenakan bayaran alias gratis, karena Afrina hanya ingin membantu anak-anak ini belajar berpuasa dengan metode menghafal alquran dan olahraga.

Saat ditanya alasannya kenapa belajar di sore hari,  menurut Afrina, di saat sore harilah anak-anak ini akan merasa lemas dan ingin berbuka. Oleh sebab itu agar tidak lemas maka anak- anak ini diajarkan menghafal alquran,  selain itu ada waktu membaca buku cerita mengenai  islam dan juga belajar olah raga diantaranya, belajar tenis meja dan memanah serta tidak ketinggalan sholat berjemaah.

Penulis: ferry. Editor: gun.