HETANEWS

Didampingi Polisi, PLN Doloksanggul Bongkar Meteran Warga di Pakkat

Kantor PLN Doloksanggul. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Muchtar Naibaho, mengaku kesal lantaran meteran listrik di rumah orang tuanya, yang terletak di Dusun Sidulang, Desa Aek Sopang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), dibongkar petugas PLN Doloksanggul, pada Selasa (14/5/2019), lalu.

Diceritakan Muchtar, pembongkaran meteran listrik itu dilakukan tanpa ada aba-aba terlebih dahulu dari pihak PLN. Petugas PLN yang  didampingi seorang oknum polisi langsung melakukan pencabutan meteran.

Saat itu, kata Muchtar, petugas PLN menyuruh bayar denda sebanyak Rp 6 Juta kalau tak ingin meteran orang tuanya dicabut. Alasan petugas,  meteran ada masalah sehingga berputar ke kiri. Sehingga pelanggan diwajibkan harus membayar sejumlah denda.

"Padahal selama ini kami bayar terus tagihan listrik. Terkadang saya bayar Rp 200.000,- sampai Rp 250.000,- . Terakhir, untuk bulan yang lewat saya bayar melalui Kantor Pos,"ungkap Muchtar.

Bukti pembayaran tagihan listrik yang dibayarkan oleh Muchtar Naibaho melalui Kantor Pos. (Foto/Rachmat Tinton)

Muchtar menilai, perintah petugas PLN untuk membayar denda  kesannya terlihat janggal. Selain jumlahnya yang dianggap terlalu mahal, tuduhan untuk bayar denda juga tak masuk akal. Itu dikatakannya lantaran ia selama ini rajin membayar tagihan. "Jika meteran kami ada masalah, kenapa selama ini tagihan keluar. Lagian tukang catat meteran kan datang tiap bulan. Kan aneh. Kenapa mereka ga memberitahu dari  awal,"kesalnya.

Yang paling janggal, sambung Muchtar  lagi, adanya kesalahan pada meteran seperti  yang dituduhkan. Padahal meteran itu, sejak awal dipasang sendiri oleh petugas PLN.

Hal itu menurutnya, tidaklah elok malah menyalahkan dan menyudutkan pelanggan. Karena pelanggan tidak tahu-menahu tentang hal tersebut. Sehingga kejadian itu dianggap  bak jebakan. Karena beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun terakhir, PLN tak pernah mempermasalahkan meteran tersebut.

Untuk itu, ia berharap agar PLN bekerja secara profesional dan transparan. Aksi mereka saat membongkar dinilainya terkesan arogan. Itu dikatakannya karena petugas PLN datang membawa oknum Polisi, sehingga menimbulkan rasa takut kepada keluarga Muchtar.

Kekinian, Muchtar mengaku sambungan listrik ke rumah orang tuanya sudah dipasang dengan menggunakan meteran baru. "Pagi ini, PLN Pakkat memasang meteran baru. Kami membayar Rp 4.080.000,- . Orang tua saya mengaku tidak tahu-menahu, yang penting baginya lampu menyala,"kata Muchtar, Rabu (15/5/2019).

Penulis: rachmat. Editor: gun.