HETANEWS

IRT Menangis Dituntut 1 Tahun karena Curi Brondolan

Nuria menahan tangisnya saat meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang masih sangat muda, Nuria Sinambela (22), menangis dalam persidangan, Selasa (14/5/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Pasalnya, IRT ini dituntut selama 1 tahun, karena terbukti mencuri brondolan sawit.         

Jaksa Indri Wirdya SH, mempersalahkan Nuria, melanggar Pasal 107 huruf d UU RI No.39/2014 tentang Perkebunan Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Mendengar hal itu, Nuria pun menangis dan minta agar hakim meringankan hukumannya.        

Nuria, nekat mencuri brondolan sawit milik kebun PTPN IV Padang Matinggi Nagori Teladan Kecamatan Bosar Maligas, karena tidak mempunyai pekerjaan. Dia harus menghidupi ketiga anaknya, sejak suaminya pergi meninggalkannya.          

Pencurian itu, dilakukan terdakwa bersama Ma Meslani br Simbolon (DPO), pada Sabtu, 25 Nopember 2018, pukul 11.00 WIB.

Berangkat dari rumah berjalan kaki bermodalkan karung. Lalu secara sembunyi-sembunyi, mengumpulkan buah sawit yang jatuh di bawah, hingga berhasilkan 6 karung goni.        

Terdakwa dan DPO, menyimpan karung goni berisi brondolan dengan menutupnya menggunakan pelepah.

Lalu esoknya, bermaksud akan mengangkut hasil curiannya, dan ditangkap petugas. Sedangkan temannya berhasil melarikan diri.         

Kerugian kebun menurut jaksa hanya Rp132 ribu saja. Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, hakim A Hadi Nasution SH MH, didampingi dua hakim anggota, menunda persidangan hingga Selasa mendatang, berharap membuat putusan yang bijaksana terhadap IRT ini.

Penulis: ay. Editor: gun.