HETANEWS

Bocah 7 Tahun Dikurung Ibu di Kamar Penuh Sampah, Ini Fakta-faktanya

Muhammad Laden Al Surat (7), anak autis di Bengkulu, menadak viral di media-media sosial karena disebut disekap sang ibu dalam ruangan. (ist)

Bengkulu, hetanews.com - Muhammad Laden Al Surat (7), anak autis di Bengkulu, menadak viral di media-media sosial karena disebut disekap sang ibu dalam ruangan penuh sampah hingga kelaparan.

Dalam video berdurasi satu menit yang viral tersebut, tampak Muhammad Laden tergolek lemas di lantai tanpa memakai baju maupun  celana.

Sementara di sekeliling tempat ia terbaring, banyak sampah berserakan. Sementara tetangga yang kasihan, hanya bisa melemparkan makanan melalui lubang ventilasi kepada anak tersebut.

Setelah kabarnya viral, kelompok ibu-ibu Bhayangkari melakukan penjemputan terhadap Muhammad Laden di kamar kontrakan RT16/RW5 Kelurahan Sentiong, Kota Bengkulu, Senin (13/5) awal pekan ini.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kota Bengkulu Dian Fitriani menuturkan, Muhammad Laden dikurung ibunya di dalam kamar.

”Tapi tak seperti yang viral di media sosial, Laden tak disekap oleh Titin, ibunya. Dia terpaksa dikunci di dalam kamar kontrakan, karena ibunya harus bekerja,” kata Dian Fitriani dalam keterangan tertulis, Selasa (14/5/2019).

Ia menuturkan, Titin sang ibu mengakui tak tahu harus menitipkan Muhammad Laden kepada siapa saat dirinya bekerja.

Sebab, kata Dian, ibu dan anak tersebut bukan asli warga Bengkulu, melainkan perantau dari Provinsi Lampung.

Muhammad Laden Al Surat (7), anak autis di Bengkulu, menadak viral di media-media sosial karena disebut disekap sang ibu dalam ruangan penuh sampah hingga kelaparan. [dokumentasi]
Muhammad Laden Al Surat (7), anak autis di Bengkulu, menadak viral di media-media sosial karena disebut disekap sang ibu dalam ruangan penuh sampah hingga kelaparan. 

”Mereka cuma berdua saja, tidak tahu mau dititipkan kepada siapa. Jadi bukan disekap. Muhammad Laden juga tak kelaparan, dikasih makan, tak seperti yang viral itu,” tukasnya.

Titin sang ibu, sambung Dian, sempat menolak ketika diminta agar Muhammad Laden bisa dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Doa Bengkulu.

Tapi setelah dibujuk dan diyakinkan Muhammad Laden akan diberi terapi, apalagi kondisi fisiknya lemah, akhirnya Titin mengizinkan.

Direktur RSHD Kota Bengkulu Lista Cherlyviera menuturkan, Muhammad Laden sudah menjalani sejumlah pemeriksaan dan dalam kondisi baik.

“Tak ada kekerasan fisik. Kondisinya baik. Hanya lemas karena dehidrasi, kami sudah beri infus agar pulih. Karena dia berkebutuhan khusus, maka dibutuhkan perawatan khusus pula,” kata Lista.

 

sumber: suara.com

Editor: sella.