HETANEWS

Warga Medan Didakwa Sindikat Pencurian Mobil di Simalungun

Komplotan spesialis pencurian mobil digiring petugas menuju ruang tahanan sementara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Lima warga Medan dan 2 penadahnya, diadili di PN Simalungun, Senin (13/5/2019). Ke-5 terdakwa, yaitu Tri Rahayu alias Tri (25), Dodi Harus Zailani Tampubolon alias Dodi (29), Lucky Adhitya alias Dea (25), Raja Tua Simanjuntak dan Hendra Syahputra Daulay, disidangkan terpisah dengan 2 penadahnya, Zainul Asri alias Wak Ling alias Keling dan Beni Apong alias Apong.

Ke-5 terdakwa bersama Dani dan Surya Syahputra (DPO), dengan merental mobil Xenia putih BK 1985 ZV, berangkat dari Medan ke Simalungun, melalui Brastagi, dan melakukan sejumlah pencurian mobil.

Menurut dakwaan jaksa, Augus Vernando SH, pada Kamis, 29 Nopember 2018, lalu, para terdakwa mencuri mobil Taft Rocky milik Ronald Sipayung dari depan rumah saksi, di jalan Kartini Pematang Raya.

Lalu pada 7 Desember 2018, mencuri Mitsubishi Pickup BB 8173 milik saksi korban Sangat Dekarta Berutu, di Dusun Raya Usang.

Juga mencuri mobil hiline pick up milik saksi korban Rille Sipayung, di jalan Besar Saribu Dolok Pematang Purba.

Kemudian mencuri Jeep Rocky hitam, pada Rabu, 23 Januari 2019 milik saksi korban Juliaman Purba, di Kelurahan Sondi Raya.

Selanjutnya, pada Jumat, 15 Pebruari 2019, mencuri mobik hiline milik saksi Simson Sipayung, di areal Kompleks RS Bethesda Saribu Dolok Huta Purba Tua.

Pencurian dan dilakukan dengan cara yang sama, menggunakan obeng merusak pintu bagian depan mobil dan menyambungkan kabel. Lalu dibawa ke Medan melalui kota Siantar.

Hasil curian dijual melalui terdakwa Keling dan Apong. Komplotan pencurian spesialis mobil ini, ditangkap saat Polres Simalungun melakukan razia, di depan kantor Bupati Simalungun. Melihat hal itu, kawanan rampok ini memutar arah dan dilakukan pengejaran oleh petugas.

Mobil Xenia putih yang dikendarai para terdakwa pecah ban dan berhasil ditangkap. Perbuatan para terdakwa dijerat dengan pasal 363 (1) ke-4 Jo pasal 65 (1) KUH Pidana.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim pimpinan Roziyanti SH, menunda persidangan hingga Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.