HETANEWS

Warga Desa Sitolu Huta Protes Salah Aatu Anggota Kepanitiaan yang Tidak Bisa Membaca

Warga Desa Sitolu Huta tampak sabar menunggu antrian dalam pemilihan anggota BPD. (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Pemilihan anggota Badan Permusyaratan Desa (BPD) yang berlangsung di Desa Sitolu Huta mendapat adu argumen yang alot.

Beberapa warga desa, mempertanyakan keabsahaan  salah satu ke anggota kepanitiaan yang buta huruf yang dimasukan menjadi anggota BPD.

Dan hal itu terjadi akibat adanya kelalain ketua panitia pemilhan anggota BPD Sitolu Huta, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, pada Senin (13/5/2019), pukul 09.10 WIB.

Pantauan hetanews.com di lapangan, warga tidak terima jika dilakukan pembodohan yang dilakukan oleh pihak panitia. Kedepannya, jika membacanya saja, dia tidak tau, ada apa ini, protes warga dengan nada suara meninggi dan syarat dari kepanitiaan minimal harus tamatan sekolah sederajat SLTA.

Warga pun semakin dongkol karena Kasi Pemerintahan juga tidak berada di lokasi, karena menyeleksi kepanitian pemilihan anggota BPD. 

Pemilihan anggota BPD ini diikti 13 orang, yaitu 4 perempuan dan 9 laki-laki. Dan dalam pemilihan ini, hanya 5 orang saja yang akan diangkat dan disahkan, ujar Kades Sitoluhuta ketika  dipertanyakan.

Dalam pemilihan, warga hanya bisa memilih satu suara saja, dan bagi ibu yang sudah janda tidak bisa mewakili memilih suara dari suaminya yang susah meninggal, sesuai dengan peraturan Bupati Samosir.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kades Sitolu Huta, Idris Cristopel Sitanggang mengatakan, “memang ini kami akui kesalahan dan kelalain. Terjadi akibat tidak adanya selektif memasukan anggota kepanitian BPD dan akibatnya warga komplain terkait salah satu kepanitian dalam menetapkan calon anggora BPD yang buta huruf hingga terjadi argumen yang sangat alot, seperti yang bapak lihat tadi dan itu tidaklah kita permasalahkan demi terwujudnya suatu mufakat yang demokrasi kepada masyrakat yang kita bangun,”ujarnya.

Penulis: stm. Editor: gun.