HETANEWS

Dalami Kasus Bowo Sidik, KPK Periksa Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia

Jakarta, hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Direktur Pemasaran PT. Pupuk Indonesia Achmad Tossin Sutawikara dalam kasus dugaan suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT. Humpuss Transportasi Kimia (PT. HTK).

Achmad Tossin sejatinya akan dimintai keterangan untuk kelengkapan berkas penyidikan Marketing Manager PT. Humpuss Transportasi Kimia (PT. HTK) Asty Winasti (AWI)

"Saksi Achmad Tossin Sutawikara (Direktur Pemasaran PT. Pupuk Indonesia) akan diperiksa untuk tersangka AWI," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (13/5/2019).

Selain Achmad Tossin, penyidik lembaga antirasuah juga akan memeriksa pegawai PT. Tiga Macan Evi Setyowati. "Dia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWI," kata Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk. Selain Bowo, KPK juga menjerat dua orang lainnya yakni Marketing Manager PT. Humpuss Transportasi Kimia (PT. HTK) Asty Winasti, dan pegawai PT. Inersia bernama Indung.

KPK menduga ada pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait kerja sama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT HTK.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima suap sebanyak tujuh kali dari PT Humpuss.

Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.