HETANEWS

Beredar Nama-Nama Bakal Calon Walikota Siantar, Pilkada Siantar 2020?

Ilustrasi.(Foto/Net)

Siantar, hetanewes.com - Dibeberapa kalangan di Kota Siantar nama-nama Bakal Calon (Balon) Walikota sudah beredar, Minggu (12/05/2019) padahal regulasi untuk Pilkada Siantar masih simpang siur apakah 2020 atau 2024.

Nama-nama yang bisa dikatakan pasti akan mencalonkan adalah Hefriansyah Noer dan Togar Sitorus sebab mereka adalah Walikota dan Wakil Walikota, entah kedua orang akan menjadi sepaket dalam Pilkada ataupun malah saling bertarung, rasa-rasanya melihat hubungan mereka selama memimpin Kota Siantar sepertinya tidak harmonis, kemungkinan besar mereka akan saling bertarung.

Nama istri mendiang Walikota Siantar Alm Hulman Sitoruspun disebut-sebut akan turut ambil bagian dalam kontestasi Pilkada Siantar, mungkin untuk melanjutkan misi almarhum sang suami untuk membangun Kota Siantar, hal ini diperkuat dengan mampunya anak mereka mengambil salah satu kursi di DPRD Siantar.

Ada nama Astronout Nainggolan yang merupakan salah satu caleg peraih suara terbanyak di Pileg 2019 kemarin, kemudian ada nama Alpeda Sinaga yang sudah sejak awal Tahun 2019 melakukan sosialisasi bahkan sudah bertemu dengan awak media di Kota Siantar.

Yang paling mengejutkan ada Nama Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan, hal ini mencuat semenjak beredarnya baliho Liberty di hampir seluruh Kota Siantar, apa lagi kemarin, Sabtu (11/05/2019) etnis tionghoa berkumpul bersama dengan Liberty disalah satu cafe.

Melihat komposisi Partai Politik di DPRD Siantar, hasil Pileg 2019, sangat dimungkinkan mengusung tiga calon, dimana PDI-P diprediksi akan mengusung sendiri calonnya karena meraih 8 Kursi di DPRD Siantar, selebihnya akan ada gabungan Parpol, yang dimana dalam peraturan minimal 6 kursi.

Adapun kursi yang didapat oleh beberapa Parpol dalam Pileg 2019 kemarin yakni Golkar 5 Kursi, Hanura 4 Kursi, Nasdem 4 Kursi, Gerindra 3 Kursi, Demokrat 3 Kursi, PAN 2 Kursi dan PKPI 1 Kursi.

Namun yang menjadi pertanyaan apakah Pilkada Siantar akan dilangsungkan di Tahun 2020?, atau malah di Tahun 2024?, kita tunggu hasil keputusan dari Mendagri dan KPU Siantar.

Penulis: tim. Editor: tom.
Komentar 1
  • Edi Damanik
    Yang penting jangan suku simalungun, suku itu dimarginalkan, suku apapun boleh disana jadi walikota, asal jangan suku simalungun