HETANEWS

Pungli Pengurusan Surat Tanah Sebesar Rp5 Juta, 2 Oknum Aparatur Desa di Asahan Diamankan Polisi

Dengan memakai penutup kepala (sebo) oknum Kadus Pematang Sei Baru, Ahmad Khazali saat digiring petugas kembali ke sel tahanan, pada Sabtu (11/5/2019), di Mapolres Asahan, Jalan Ahmad Yani By Pass, Kisaran. (Foto/Ren)

Asahan, hetanews.com-Petugas Satuan Reskrim Polres Asahan, melalui unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), mengamankan seorang Kepala Dusun XII, Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan, Ahmad Khazali, pada Rabu (8/5/2019) malam, lalu.

Tersangka ditangkap dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus pungutan liar (Pungli) pengurusan surat keterangan (SK) tanah yang diajukan warganya.

"Info pungli ini sudah lama, hanya masih ada kendala teknis di lapangan, sehingga baru 8 Mei dilakukan OTT," kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu saat menggelar jumpa pers, di Mapolres Asahan, Jalan Ahmad Yani By Pass, Kisaran, Sabtu (11/5/2019), lalu.

Penangkapan itu, berawal dari laporan seorang masyarakat yang dimintai uang sebesar Rp 5 juta untuk kepentingan pengurusan surat tanah atas nama Sultoni, sejak 8 Oktober 2018, lalu.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka di rumahnya saat hendak menerima uang pungli dari korban.

"Bahwa masyarakat yang akan mengurus surat penerbitan keterangan kepemilikan tanah dimintai uang sebesar 5 juta. Jika tidak diberi, maka surat keterangan tanah tidak jadi," sebutnya.

Dari tangan tersangka, ditemukan juga satu buah SK tanah bernomor 590/15/PSB/SKT/2019 tanggal 18 Januari 2019 milik Sultoni, satu lembar kwitansi, uang tunai Rp 5 juta dan juga dua telepon seluler masing-masing milik tersangka dan korban.

"Setelah menjalani pemeriksaan tersangka mengaku melakukan pungli atas perintah Kepala Desa Pematang Sei Baru berinisial HP," ujar mantan Kapolres Nisel tersebut.

Lebih lanjut, Faisal menambahkan, atas keterangan tersangka itu, maka saat ini Kades Pematang Sei Baru masih menjalani pemeriksaan, di Mapolres Asahan.

"Untuk keterlibatan kades masih dalam penyelidikan. Mengenai penahanan kades masih menunggu hasil pemeriksaan," pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ricky Pripurna Atmaja, didampingi Kanit Tipidkor, Iptu Agus Setiawan menjelaskan, kini oknum kadus tersebut telah ditahan terhitung mulai 8 Mei kemarin.

"Kadus tersebut kini telah ditahan dan disangkakan melanggar pasal 368 KUHP atau pasal 12 Huruf e UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP,"tutupnya.

Penulis: rendi. Editor: gun.