HETANEWS

Dugaan Kecurangan Pemilu, Anthon Sihombing akan Melapor ke MK

Anthon Sihombing. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Caleg DPR RI, Anthon Sihombing akan melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019, di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 3 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Politisi Partai Golkar ini, sudah melaporkan dugaan kecurangan, namun tidak diproses oleh penyelenggara Pemilu di Sumut.

Anthon mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melaporkan dugaan kecurangan pemilu ke Bawaslu Kabupaten Asahan. Dugaan kecurangan itu, ditangani oleh Bawaslu Sumut saat pleno rekapitulasi suara, di tingkat provinsi.

Anthon menyebut, penyelenggara Pemilu di Sumut tidak menindaklanjuti temuan yang sebelumnya telah dilapor oleh pihaknya ke Bawaslu Kabupaten Asahan.

 "Saya heran, mengapa KPU Sumut mengesahkan pleno di Kabupaten Asahan. Padahal, kita ada laporan ke Bawaslu dan mengapa Bawaslu juga membiarkan hal ini terjadi. Ini jelas KPU berlaku curang,"jelasnya

"Bawaslu pun tidak menindak dan tidak memproses laporan yang ada, maka dari itu, kemarin saya melaporkan ulang ke Bawaslu atas temuan kami," ucap Anthon menambahkan, Sabtu (11/5/2019).

Kata dia, untuk di Kabuaten Asahan, Formulir C1 tidak dibuka. Sementara dokumen tersebut, kata dia, merupakan dokumen terbuka untuk diketahui masyarakat.

"Bagaimana nanti, mau dilantik jadi DPR, tapi mencuri suara. Bawaslu seharusnya bertindak profesional karena sudah di depan mata, sudah ada penggelembungan suara tetapi dibiarkan,"ungkapnya.

Anthon mensinyalir dugaan penggelembungan suara yang dilapor pihaknya sebelumnya, menguntungkan salah satu caleg yang tak lain adalah satu partainya.

Anggota DPR RI Komisi V ini, menyebutkan, KPU dan Bawaslu harus bertanggungjawab kecurangan ini. Oleh karena itu, kata Anthon, dirinya akan melaporkan kecurangan itu ke MK.

"Saya akan membawa persoalan ini ke Mahkamah Konstitusi. Kita akan push di Jakarta agar permasalahan ini jelas, sejelas jelasnya," imbuhnya.

"Hal ini karena penyelenggara pemilu tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya, dan lebih berpihak kepada yang berlaku curang. Dan Bawaslu tidak menindak yang berlaku curang," jelas politisi senior Golkar ini.

Masih kata Anthon, pihaknya akan menyelidiki permasalahan ini ke seluruh Dapil 3 Sumut untuk mencari kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu, terutama Kabupaten Simalungun yang disinyalir juga ada kecurangan.

 "Apalagi di Simalungun, saya akan selidiki sampai tuntas karena kita yakini ada juga kecurangan,"katanya.

Dugaaan kecurangan yang menguntungkan salah satu caleg Golkar itu, sebut Anthon merupakan permainan sistematis. Oleh karena itu, ia meminta supaya kotak suara di Dapil Sumut 3 seluruhnya harus dibuka.

"Ada perubahan dari plano ke C1, C1 ke DA1 dan DA1 ke DB1. Kalau mau jujur, semua kotak suara yang ada di Dapil Sumut 3 harus dibuka. Karena pemilih saya kemarin datang dan menangis-nangis menemui saya karena ada kecurangan ini. Ini harus dibasmi, kalau tidak mau jadi apa negara ini," katanya.

Anthon Sihombing Harap Dukungan DPP Golkar

Berdasarkan temuan dugaan kecurangan Pemilu tersebut, Anthon Sihombing, berharap persoalan ini turut dibantu oleh DPP Partai Golkar. Ia juga berharap DPP Golkar akan mendukungnya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Partai Golkar, kata Anthon, adalah partai yang paling berpengalaman dan tertua di Indonesia. Untuk itu, ia pun berkordinasi dengan pengurus DPP Golkar untuk menyelesaikan persoalan yang menyangkut sesama caleg Golkar.

"Saya sudah komunikasi dengan DPP Partai Golkar, saya harap DPP mau membantu saya untuk membongkar kecurangan ini. Dan saya yakin DPP Partai Golkar siap mendukung saya, karena Partai Golkar ini sangat berpengalaman dan merupakan salah satu partai tertua di Negeri ini," ucapnya.

Penulis: gee. Editor: gun.