HETANEWS

3 Petugas KPPS di Kota Siantar dan 1 Polisi Meninggal Dunia Pasca Pemilu

Siantar, hetanews.com - Pemilu serentak 2019 di Kota Siantar, mengisahkan duka. Pasca pemungutan suara, 17 April 2019, terdapat 3 orang petugas Pemilu di Kota Siantar dan 1 orang personil Polisi yang meninggal dunia.

Anggota KPPS di TPS 12 Kelurahan Sipinggol - pinggol, Kecamatan Siantar Sitasari, Hazizah Daulay, mengghembuskan nafas terakhir, Jumat, 5 Mei 2019 pagi, di RS  Murni Teguh, Kota Medan.

Ibu yang juga PNS di Puskesmas Balata, Kabupaten Simalungun ini, sempat dirawat di  RS Harapan Kota Siantar.  Putra (22), anak sulung Hazizah, menuturkan, kondisi ibunya sudah memburuk, sejak Selasa, 30 April 2019, lalu.

"Waktu pemilu itu kan kerja seharian. Makan nggak makan, tidur nggak tidur. Semakin buruk lah kondisinya," ujar Putra, di kediamanya, di jalan Murai, Kota Siantar, Sabtu (11/5/2019).

Dia menambahkan, sesuai pemeriksaan dokter, ibunya menderita penyakit bilirubin. Seingat Putera, sebelumnya ibunya Hazizah tidak pernah diopname, di rumah sakit.

Selain Hazizah, Anggota KPPS di TPS 3 Kelurahan Baru, Ismail Sembiring (70), warga Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, meninggal dunia, Senin, 29 April 2019, lalu. Saat itu, Ketua RT ini juga baru pulang rapat dari kantor kelurahan.

Wilmen Butarbutar (61), Ketua KPPS, TPS 12, Kelurahan Sukada Dame, Kecamatan Siantar Utara, meninggal dunia, pada Sabtu, 27 April 2019. Pensiuanan guru ini, diketahui punya riwayat penyakit jantung.

Baca juga: Diduga Kelelahan, Dua Anggota KPPS Meninggal Dunia di Siantar

Baca juga: Kelelahan, Ketua KPPS TPS 12 Kelurahan Sukadame Meninggal Dunia

Terakhir, Kanit Provos Polsek Bosar Maligas, Aiptu T Simbolon, meninggal dunia setelah mengalami kecalakaan, di jalan Parapat Km 5 Kelurahan Tong Marimbun, Siantar Marimbun, Senin, 29 Apri 2019, pukul 02.15 WIB dini hari.

Anggota kepolisian yang bermukim di Pekan Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun ini, mengalami kecelakaan tunggal, ketika mengantar logistik kotak suara Pemilu.

Atas kejadian ini, Putra berharap pemerintah dapat memperbaiki regulasi Pemilu. Menurutnya, regulasi Pemilu serentak 2019 ini menguras tenaga dan pikiran para penyelenggara Pemilu di daerah.

"Petugas pemilu itu juga kan butuh istirtahat. Ke depan, mudah-mudahan nggak seperti ini (Pemilu 2019) lagi," harapnya.

Penulis: gee. Editor: gun.
Komentar 1
  • Edi Damanik
    Alhamdulillah, aliran arsenik dan sianida mengalir di kota kelahiran ku dan kota nenek moyangku, dimana kami ddtermarginalkan