HETANEWS

Solatun Dulah Sayuti Tersangka Ujaran Kebencian Mengaku Dosen, Direktur Unpas: Dia Bukan Dosen Tetap

Solatun Dulah Sayuti, mengaku dosen pascasarjana di kampus swasta di Kota Bandung mengakui menulis kalimat mengandung ujaran kebencian di akun Facebook-nya, pada 9 Mei 2019. (foto/Mega Nugraha)

Bandung, hetanews.com - Penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar menangkap seorang pria bernama Solatun Dulah Sayuti, dosen pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, akibat dugaan menyebarkan ujaran kebencian di Facebooknya, Kamis (9/5/2019).

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan Bandung, Budiana memastikan, bahwa yang bersangkutan bukanlah merupakan tenaga pengajar di Unpas.

"Dia itu (Solatun) bukan merupakan dosen Unpas, bahwa yang bersangkutan pernah mengajar di sini, saya katakan iya. Tapi itu sudah lampau, sekitar beberapa tahun yang lalu, itu sudah agak lama," ujarnya saat di temui di Kampus Fisip Unpas, Jalan Lengkong Besar, Bandung, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Seorang Dosen di Bandung Ditangkap Karena Terkait Ujaran Kebencian 'People Power'

Budiana pun mengaku kesal dengan pernyataan yang dilontarkan Solatun, yang menurutnya, selain merupakan hoax, tetapi juga telah mencemarkan nama baik dari institusi Unpas sendiri.

"Jadi sekali lagi, dia itu sama sekali bukan dosen Unpas, cuma dosen tamu saja, saya juga tidak mengerti, ini orang seenaknya saja bikin statemen seperti itu jelas sangat tidak elok juga. Ya kalau sudah berbuat salah, pertanggung jawabkan kesalahannya, engga usah bawa-bawa institusi lain," ucapnya geram.

Disinggung langkah yang akan ditempuh Unpas, karena pernyataan Solatun yang telah mencemari nama baik institusi, Budiman mengaku, pihaknya telah berkomunikasi dengan Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom selaku Rektor Unpas, untuk dapat menyelesaikan masalah ini.

"Ini jelas sangat merugikan kami (Unpas) dan kami baru saja melaporkan kejadian ini kepada pak rektor, dan saya sedang menunggu direction (arahan) selanjutnya seperti apa," katanya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) Prof. Dr. HM. Didi Turmudzi, M.Si, membenarkan jika Solatun Dulah Sayuti merupakan salah seorang tenaga pengajar di Pascasarjana Unpas.

"Betul beliau pengajar di Pascasarjana Unpas, namun beliau hanya tercatat sebagai dosen luar biasa, bukan dosen tetap," ujarnya saat ditemui di Gedung Pascasarjana Unpas, Jalam Sumatera 41, Jumat (10/5/2019).

Meski demikian, dirinya mengaku, belum mengetahui kabar perihal tertangkapnya salah satu dosennya itu oleh Polda Jabar berkenaan dengan ujaran kebencian di media social facebook miliknya.

Terlebih menurutnya hal tersebut merupakan masalah pribadi yang bersangkutan.

Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengetahui lebih jelas, prihal kasus yang dihadapi oleh salah satu staf dosennya tersebut.

"Itu kan ranah pribadi, kami tidak mengetahui semua seluk beluk apa yang ditulisnya di media social pribadinya. Yang jelas kami akan segera berkoordinasi dengan kepolisian terkait maslah ini," katanya.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang Alumni dari program pasca sarjana Universitas Pasundan, Jhon Hendra (43).

Ia mengaku terkejut dan tidak mengetahui bahwa Solatun Dullah Sayuti merupakan dosen magister di almamaternya.

Sebab, dirinya merasa belum pernah bertemu dan mendapatkan pengajaran di dalam ruang kelas semasa dirinya berkuliah.

"Sebagai alumni magister Ilmu Komunikasi Unpas, saya justru baru tahu kalau ternyata tersangka ujaran kebencian itu (Solatun) mengaku sebagai dosen di Pascasarjana Unpas, karena memang belum pernah kenal ataupun diajar sama dia waktu kuliah dulu," katanya saat ditemui di lokasi yang sama.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.