HETANEWS

Retribusi Sampah Perusahaan Besar di Kota Siantar akan Dikaji

Gerobak sampah. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Komisi III DPRD Siantar meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan kajian terhadap Peraturan Daerah (Perda) rertibusi sampah.

Kajian itu dirasa perlu, mengingat retribusi sampah dari perusahaan skala besar, di Kota Siantar, masih minim.

Ketua Komisi III DPRD Siantar, Hendra Pardede, menyampaikan hal tersebut saat rapat antara Komisi III dengan pihak DLH Siantar, Jumat (10/5/2019).

"Soal retribusi sampah di kota Siantar perlu ada kajian, karena sudah tak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan Siantar. Pengamatan kami, perusahaan-perusahaan besar yang ada di Siantar ada yang masih membayar (retribusi) Rp.150 ribu per bulan,"kata Hendra.

Sekretaris Fraksi Golkar ini, menambahkan, perusahaan besar yang ada di Siantar hanya membayar sampah dengan anggaran minim.

Ia menyarankan agar DLH mencari potensi retribusi sampah. "Dibuat saja konsultan mengenai potensi persampahan di Siantar,"pungkasnya

Masih dalam rapat yang berlangsung di ruangan Komisi III DPRD Siantar, Anggota Komisi III, Frengki Boy Saragih, bersepakat dengan penambahan retribusi sampah untuk perusahaan berskala besar di Kota Siantar.

"Kalau bisa soal perda retribusi sampah ini dituntaskan di tahun ini. Coba dibuat saja potensi sampah di Siantar, masa segini terus nggak ada peningkatan,"ungkapnya.

Usulan penambahan nilai retribusi sampah dari perusahaan besar di Kota Siantar ditanggapi oleh Plt Kadis Lingkungan Hidup, Dedi Setiawan. Ia menjelaskan, Perda retribusi No.5 Tahun 2011 sedang dalam pengajuan.

"Kemungkinan memang tahun ini. Semua retribusi lah, bukan hanya soal sampah saja. Memang besaran retribusi sampah di perusahaan-perusahaan, sudah layak diubah," jelasnya.

Penulis: gee. Editor: gun.