HETANEWS

Puluhan Warga Diduga Keracunan Mie Basah, Tim Tak Temukan Bahan Berbahaya

Palembang, hetanews.com - Tim gabungan dari kepolisian, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menyimpulkan sementara penyebab puluhan warga keracunan bukan disebabkan mengonsumsi mie basah dan tahu. Penyelidikan kasus ini tetap dilakukan untuk mengungkap kebenarannya.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti mengatakan, kesimpulan sementara itu berdasarkan hasil sidak dan uji laboratorium terhadap sampel dari barang yang ditemukan di pasar Talang Jawa, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin. Petugas belum menemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau sejenisnya.

"Dugaan terjadinya keracunan mie basah belum bisa dibuktikan, karena hasil laboratorium belum ditemukan adanya tanda-tanda bahan kimia atau bahan yang membahayakan," ungkap Andes, Jumat (10/5).

Hanya saja, kata dia, belum diketahui pasti penyebab kejadian itu. Menurutnya, sampel makanan berupa rujak mie yang disantap warga diduga menjadi sumber keracunan akan diperiksa Badan POM Palembang.

"Sampelnya lagi dikirim. Tapi sambil menunggu hasilnya, penyelidik tetap lanjut," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga usai menyantap rujak mie, puluhan warga Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, keracunan. Mereka pun dilarikan ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut.

Peristiwa itu terjadi saat para korban berbuka puasa, Kamis (9/5). Tiba-tiba, warga mengeluhkan muntah-muntah dan pusing usai menyantap rujak mie. Mie basah dan tahu itu dibeli dari pasar tradisional Talang Jawa, Sekayu, yang tak jauh dari rumah para korban.

Begitu tiba di rumah sakit, ada puluhan warga lain yang mengeluhkan hal serupa. Sebagian besar korban diperbolehkan pulang, sementara beberapa yang lain harus mendapatkan perawatan intensif.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.